Propam Mabes Polri : Enam Anggota Langgar SOP Saat Amankan Unras di Kendari

oleh -68 views
Karo Div Propam Mabes Polri, Brigjen Pol Hendro Pandowo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Mabes Polri terus melakukan penyelidikan terkait meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) saat terjadi bentrok antara Polisi dan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa (unras) menolak RUU KPK dan RUU KUHP di depan Gedung DPRD Provinsi Sultra, 26 September 2019 lalu.

Pemeriksaan maraton pun dilakukan, dari semula 13 anggota yang diperiksa, kini mengerucut ke 6 anggota kepolisian. Salah satunya berpangkat perwira menengah sedangkan lima lainnya berpangkat bintara.

Karo Div Propam Mabes Polri, Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan ke enam anggota tersebut berstatus terperiksa. Dan dalam pemeriksaan ke enamnya melanggar SOP dalam pengamanan aksi unjuk rasa.

“Beberapa anggota tidak disiplin dan melanggar SOP,” kata Hendro Pandowo saat ditemui di Polda Sultra, Kamis 3 Oktober 2019.

Hendro Pandowo menjelaskan bentuk pelanggaran SOP ke enam anggota tersebut ialah membawa senjata api (senpi) saat melaksanakan pengamanan aksi unras. Perintah Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dalam melakukan pengamanan aksi unras tidak boleh membawa senpi.

“Jenis senjata yang digunakan saat pengamanan aksi, yakni senjata laras pendek, senjata SNB, HS dan MAG,” tuturnya.

“Ke enam anggota yang melanggar SOP tersebut akan menjalani sidang,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam aksi unras pada 26 September 2019 lalu, dua mahasiswa UHO meninggal dunia, yaitu Randy dan Muhammad Yusuf. Berdasarkan hasil autopsi, Randy mengalami satu luka tembak, sedangkan Muhammad Yusuf mengalami luka hantaman benda tumpul dibagian kepalanya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •