Proses Rekrutmen Penyuluh Agama di Konkep Disebut Tak Sesuai Aturan

oleh -63 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES. ID, KONKEP – Berdasarkan surat Direktoral Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia nomor 927 tahun 2019 bahwa pelaksanaan tes rekrutmen Penyuluh Agama Islam non PNS dilaksanakan secara serentak pada masing-masing Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di seluruh wilayah Indonesia.

Namun menurut Aliansi Pemerhati Penyuluh Agama Islam Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), proses rekrutmen tersebut diduga langgar aturan alias tidak sesuai mekanisme perekrutan yang telah diatur dalam keputusan Ditjen Bimas Kemenag RI.

Koordinator masa Aliansi Pemerhati Penyuluh Agama Islam Konkep, Husain mengatakan bahwa ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh Kemenag Konkep dalam perekrutan Penyuluh Agama Islam non PNS Konkep periode 2020-2024. Salah satunya yakni tidak melakukan proses wawancara sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan Ditjen Bimas Kemenag yang di dalamnya memuat tes wawasan kebangsaan, tes baca Alquran dan tes ibadah.

“Proses wawancara tidak sesuai juknis BAB III tentang mekanisme seleksi pada poin 5 yang memuat tes wawasan kebangsaan, tes baca Alquran dan tes ibadah, tetapi para peserta hanya di tannya siapa namanya, di mana tempat tinggalnya, kalau seperti ini bisa dipastikan ada unsur nepotisme di dalamnya,” katanya.

Selain itu lanjut Husain, ada salah satu Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Wawonii Utara dipastikan tidak melaksanakan tugas dengan baik, bahkan laporan pertanggungjawaban tidak ditandatangani oleh KUA namun dipastikan lulus oleh panitia seleksi.

“Kemudian ada penyuluh yang menerima honor yang bersumber dari APBN dan APBD, sementara itu tidak dibenarkan, karena setiap peserta yang ikut seleksi harus membuat pernyataan bahwa tidak menerima honor dari APBN dan APBD atau BUMN dan BUMD,” jelasnya.

Menanggapi laporan masyarakat terkait adanya penyuluh yang menerima honor dari dua sumber yakni APBD dan APBN, Kepala Kantor Kementerian Agama Konkep, Muhuammad Lalan Jaya mengaku beterimaksih telah menerima informasi tersebut dan pihaknya akan segera mengevaluasi penyuluh yang bersangkutan.

“Terimakasih sudah memeberikan kami informasi terkait penyuluh yang mendapat honor dari APBN dan APBD, Insya Allah akan segera kami evaluasi, kalau memang terbukti, akan diberi pilihan mau tetap terima honor dari APBD atau dari APBN, yang jelas tidak serta merta kita ganti atau di PAW, kemudian adanya tudingan bahwa kami tidak melakukan seleksi sesuai juknis dari Kemenag, itu tidak benar, sejauh ini apa yang kami lakukan terkait rekrutmen penyuluh agama, selalu mengikuti petunjuk teknis,” katanya.

Laporan: Jovi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •