PT Baula Bantah Tudingan Penyerobotan Lahan

oleh -212 views
Direktur PT Baula Petra Buana (BPB) Andi Adi Aksar (kanan, menunjuk peta) di dampingi kuasa hukumnya Muhammad Gazai Hafid saat menunjukan peta lokasi pengolahan PT BPB. Foto : Rahmat / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – PT Baula Petra Buana (BPB) membantah tudingan yang dilayangkan warga Desa Asingi, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mengklaim sebagai ahli waris sebuah lahan seluas 117 hektar yang di duga di olah oleh PT BPB.

Kuasa Hukum PT BPB, Muhammad Gazali Hafid mengatakan PT Baula tidak mungkin melakukan penyerobotan lahan milik warga.

“Dasar mereka adalah eks tanah perusahaan tambang yang lalu. Kami tidak tahu kalau ada 117 hektar lahan, yang kami tahu adalah hasil pembebasan lahan di masyarakat dan kami lakukan aktivitas,” ujar Muhammad Hafid saat menggelar konfrensi pers di Kendari, Minggu (26/11/2017).

Baca Juga : Janji Tak Terealisasi, Warga Polisikan PT Baula

Lanjutnya, warga yang mengklaim bukan hanya Hasanu Lapae, akan tetapi masih ada 3 pihak lagi yang mengkalim kepemilikan lahan tersebut dengann dasar yang sama.

“Gazali menegaskan, yang pasti pihak perusahaan punya legalitas atas pengelolaan lahan warga tersebut,” tuturnya.

Menurut Muhammad Gazali, sebelum ada pengolahan terhadap sebuah lahan, pihak perusahaan sudah mengambil Surat Keterangan Tanah (SKT) dan dilaporkan di Badan Pertanahan Nasioanal (BPN)

“Kita tidak mengelolah tanah seenaknya saja, tetapi kita melaporkan ke BPN. Yang sempat bermasalah itu sudah sebagian diselesaikan baik dipengadilan maupun jalur somasi,” jelasnya.

“Tetapi pihak Hasanu Lapae telah melaporkan kami bahwa kami melakukan penyerobotan tanah, ya kita tunggu saja. Kami juga dipanggil oleh Polda dan sudah dimintai keterangan, kami juga sudah memberikan informasi terkait legalitas tanah dan perizinan pemanfaatan lahan oleh perusahaan kami, ” papar Algazali.

Sementara itu, Direktur PT BPB, Andi Adi Aksar mengatakan pihaknya tidak pernah melakukan penyerobotan tanah.

“Kami dituduh melakukan penyerobotan tanah, padahal tanah yang kami olah tanah warga yang sudah lama bercocok tanam dan mereka juga membelinya dari zaman dulu, ” ucap Adi.

Lanjut Dia, pihaknya telah dilaporkan di Polda, dan sudah diambil keterangan terkait kepemilikan lahan tersebut.

“Soal data kepemilikan tanah bukan kami yang tentukan tetapi itu dilakukan oleh instansi terkait baik dari Pemda Konsel dan dari pertanahan dalam hal ini BPN,” jelasnya.

“Kami masih menunggu hasil di Polda dan kami sudah dilaporkan. Soal laporan balik kami hanya tunggu dari perintah managemen saja, ” tegas Adi.

Laporan : Rahmat

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •