Puluhan Rumah di Dua Kecamatan Di Kota Kendari Terancam Longsor

oleh -127 views
Masyarakat Bantaran Kali Lasolo saat memperbaiki fondasi rumah-rumah mereka. Warga khawatir apabila hujan turun lagi rumah mereka akan amblas masuk kali. Foto : Awi
Masyarakat Bantaran Kali Lasolo saat memperbaiki fondasi rumah-rumah mereka. Warga khawatir apabila hujan turun lagi rumah mereka akan amblas masuk kali. Foto : Awi

ANOATIMES.ID, KENDARI – Pasca hujan reda dan banjirpun mulai surut, mayoritas masyarakat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai membersihkan rumah-rumah mereka dari material lumpur bawaan banjir. Namun lain hal dengan masyarakat yang tinggal di bantaran kali seperti di Bantaran Kali Lasolo, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Masyarakat tidak hanya membersihkan sisa material lumpur akan tetapi juga melakukan upaya perbaikan fondasi rumah mereka yang rusak diterjang banjir.

Seorang Warga Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Cirri mengatakan rata-rata fondasi bangunan rumah di pinggir kali sudah rusak dan sangat berbahaya akan longsor dan masuk ke kali.

“Itu kita lihat saja pak, itu kalau banjir satu kali lagi, pasti amblas itu ┬árumah masuk ke kali,” ujar Cirri saat ditemui sedang memperbaiki fondasi rumahnya, Kamis (1/6/2017).

Menurut Cirri, kalau tidak cepat ditangani kerusakannya, bisa membahayakan warga sekitaran kali. Harusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari segera turun melihat masyarakat yang korban banjir, apalagi yang di bantaran kali, sewaktu-waktu rumah-rumah warga bisa amblas masuk kali.

“Harusnya ada upaya pemerintah, ini kan bukan kali pertama banjir ,tapi sudah berulang kali,” katanya.

Di tempat yang berbeda, Ibu Dewi warga Kelurahan Gunung Jati, Kecamatan Kendari mengatakan rumahnya dan beberapa rumah tetangganya sudah tidak utuh lagi sebab separuh rumah mereka sudah longsor.

Rumah di Kelurahan Gunung Jati, Kecamatan Kendari. Foto : Awi
Rumah di Kelurahan Gunung Jati, Kecamatan Kendari. Foto : Awi

“Kemarin longsornya pak, ini rumahnya mamaku, lihatmi sudah tinggal temboknya, kalau rumahnya yang sana sedikit lagi mau jatuh. Itu rumah dibawah sudah tinggal setengah,” katanya.

Menurut Ibu Dewi, masyarakat setempat sudah melakukan beberapa upaya pencegahan seperti membuat saluran air di dekat tebing, sehingga air bisa langsung mengalir.

“Kita sudah kerja bakti, kita bikin saluran air di situ, supaya airnya bisa mengalir, tapi tetap saja longsor. Bagaimana hujannya deras baru lama,” tutur Ibu Dewi.

Laporan : Awi.