Putra Sultra Jabat Kapolri, Bagaimana Penuntasan Kasus Kematian Randi dan Yusuf ?

oleh -82 views
Aksi unjuk rasa untuk kesekian kalinya dilakukan mahasiswa Kendari menuntut penuntasan kasus kematian Randi dan Yusuf di depan Polda Sultra. Foto : Jumdin / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Komisaris Jenderal Polisi Idham Azis resmi menjabat Kapolri menggantikan Jenderal (Purn) Tito Karnavian. Idham Azis dilantik oleh Presiden RI Ir Joko Widodo, Jumat (1/11/2019) di Istana Negara, Jl Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Usai dilantik sebagai Kapolri, Idham Azis mendapat kenaikan pangkat bintang empat. Kini putra asal Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) itu resmi menyandang pangkat Jenderal. Pelantikan Idham tersebut serentak membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sultra. Sebab ini merupakan pertama kalinya putra daerah Sultra menjadi orang nomor wahid di Institusi Kepolisian RI.

Namun, dibalik sejuta kebanggaan, terselip duka mendalam dikeluarga dan kerabat dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Randi (Fakultas Perikanan) dan Yusuf (Fakultas Teknik) yang meregang nyawa pada 26 September 2019 lalu. Randi tewas tertembak peluru tajam dibagian dadanya, sedangkan Yusuf luka parah dibagian kepala hingga nyawanya tidak dapat diselamatkan tim dokter Rumah Sakit Bahteramas.

Randi dan Yusuf sebelumnya menjadi peserta aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa Kendari, di Kantor DPRD Provinsi Sultra menuntut penolakan terhadap Revisi Undang – Undang KPK dan Revisi Undang – Undang KUHP.

Dengan telah dilantiknya sebagai orang nomor wahid di Institusi Kepolian RI, Idham Azis diharapkan dapat menuntaskan kasus kematian Randi dan Yusuf, terkhusus Randi dan Yusuf juga merupakan putra daerah Sultra. Hingga saat ini, gerakan aksi solidaritas meminta penuntasan kasus kematian Randi dan Yusuf terus digelorakan kerabat dan mahasiswa – mahasiswa di Kota Kendari.

Mantan Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Teknik Se Indonesia (PMTI), Al Hayun kepada anoatimes.id mengatakan dilantiknya Idham Azis sebagai Kapolri tentunya disambut luar biasa oleh mayoritas masyarakat Sultra.

“Bagaimanapun Kapolri baru adalah Putra Sultra yang sukses karirnya,” ujarnya saat dijumpai dikediamannya, Jumat (1/11/2019).

Tapi dalam gegap gempita kebanggaan itu, harus di ingat bahwa dalam perjalanan Idham Azis sebulan sebelum dilantik sebagai Kapolri, ada mahasiswa yang memperjuangkan demokrasi mati terbunuh dari moncong bedil institusi yang kini dipimpinnya. “Secara moral, Idham harusnya memimpin penuntasan kasus ini, dia (Idham Azis, red) sebagai putra sultra dan korban pembunuhan itu adalah anak kandung daerah ini.

Untuk itu, PR pertama Kapolri dari banyak kasus yang masih berjalan dalam institusi kepolsian adalah penuntasan kasus Randi dan Yusuf. “Ini ukuran layakkah Idham menjadi kebanggaaan masyarakat Sultra atau tidak,” tuturnya.

Laporan : Tim

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •