Putusan MA Diabaikan, Lima Perusahaan Ini Masih Aktif “Garap” Lahan PT Antam

oleh -247 views
Deputy General Manager Operation PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Sultra. Foto : Istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Persoalan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tumpang tindih di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sultra, hingga saat ini tidak kunjung terselesaikan, padahal Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan yang memerintahkan agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mencabut IUP yang berada di atas IUP PT Aneka Tambang (Antam) TBk.

Perintah MA tersebut keluar di tahun 2014 lalu, namun hingga 2017 saat ini, Pemerintah Provinsi belum mencabut satupun IUP dari IUP yang berada di atas lahan PT Antam. Akibatnya PT Antam TBk mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Baca Juga : Plt Gubernur: 13 IUP Tambang di Lahan PT Antam Pasti Dicabut

Deputi General Manager PT Antam (Persero) Tbk UBPN Sultra, Nilus Rahmat mengatakan pihanya menunggu langkah dari Pemerintah Provinsi Sultra untuk segera menjalankan putusan MA.

“Kita menunggu pemerintah mencabut IUP perusahan-perusahan yang berada di lahan PT Antam. Ada surat dari Dirjen Minerba ke Gubernur dan Kepala Dinas ESDM untuk memerintahkan dicabut IUPnya (Perusahaan yang IUPnya diatas IUP PT Antam,” ujar Nilus Rahmat, Kamis (6/10/2017) di Kendari.

Lanjut, Nilus Rahmat menjelaskan IUP yang berada di atas IUP PT Antam jumlahnya puluhan namun seiring berjalannya waktu ada beberapa perusahaan tambang yang sudah tidak melakukan aktivitas lagi dengan kata lain sudah tidak aktif.

Baca Juga : Beredar Surat Rekomendasi DPP Golkar Untuk Ali Mazi, DPD I Sultra Heran

“Namun masih ada 5 perusahaan yang masih aktif melakukan pertambangan, kelimanya ialah PT Hafar Indotech, PT Karya Murni Sejati 27, PT Sangia Perkasa Raya, PT Sriwijaya Raya, dan PT Wanagon Anoa Indonesia 3,” ungkapnya.

Lanjut Nilus menambahkan bahwa dengan masih adanya perusahaan yang terus melakukan aktivitas, menimbulkan kerugian di PT Antam.

“Inikan dua periode, di periode pertama kami belum hitung yakni di 2008-2014, dan di periode ke dua yakni tahun 2016-2017 kerugian kalau tidak salah 21 tongkang, bila dirupiahkan Rp 100 miliar lebih,” rinci Nilus.

“Saat ini kita menunggu proses dari Kejati (Kejaksaan Tinggi), mudah-mudahan segera keluar dan Plt Gubernur bisa mencabut, harapnya.

Berikut nama-nama perusahaan yang IUP nya tumpah tindih dengan IUP PT Antam:

1. CV Ana Konawe
2. CV Malibu
3. CV Yulan Pratama
4. PT Andhikara Cipta Mulia
5. PT Avry Raya
6. PT Hafar Indotech
7. PT James Armando Pundimad
8. PT Karya Murni Sejati 27
9. PT Mughni Energi Bumi
10. PT Rizqi Cahaya Makmur
11. PT Sangia Perkasa Raya
12. PT Sriwijaya Raya
13. PT Wanagon Anoa Indonesia 3

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •