Raker Kantor Wilayah BPN Provinsi Sultra Digelar di Wakatobi

oleh

ANOATIMES.ID, WAKATOBI – Rapat kerja (Raker) kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Gelar di Patuno Resort, Kabupaten Wakatobi. Raker tersebut dibuka lansung oleh Direktur Jendral Infrastruktur Keagrariaan Kementrian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raden Muhammad Adi Darmawan.

Raden Muhamad Adi Darmawan, menyampaikan kepada pegawai BPN untuk melaksanakan arahan dari mentri ART/BPN terkait sepuluh poin penting yang menjadi dasar panduan PTSL, Evalusi metode dan pengangkatan jabatan secara transparan serta percepatan digitalisaai.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama empat hari, bertemakan Transparansi Sistem Pelayanan Pertahanan Sultra Berbasis Digital yang dihadiri oleh seluruh kepala Kantor BPN di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kalvyn Andar Sambiring sebagai Kepala Kantor BPN Sultra, menyampaikan pelaksanaan Raker di Kabupaten Wakatobi dikarenakan agar semua pegawai BPN se Sultra bisa mengetahui bahwa, diantara 17 Kabupate kota sembilan di antaranya kepulauan, sehingga mampu membaca peluang dan tantangan masing-masing daerah.

Kelvyn menjelaskan, capaian kinerja BPN Sultra khususnya PTSL hingga awal bulan mei, yakni survey 33 persen, pemetaan 33 persen, puldadis 36 persen, K1 23 persen, dan total K1-K4 mencapai 25 persen.

“Melihat capaian ini tentu kita harus bekerja lebih keras lagi,” katanya, di Patuno resort, Rabu (1/5).

Untuk Program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) Tahun 2019, peta bidang tanah (PBT) ditargetkan 100 ribu bidang dan sertifikat hak tanggung (SHAT) 98 ribu bidang, kegiatan sertifikasi redis TOL 27.500 bidang, inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (IP4T) 3.000 bidang, konsolidasi tanah 100 bidang, dan beberapa kegiatan lainnya, yang ditargetkan selesai bulan september.

“Tahun ini merupakan tahun kualitas, Artinya kita tidak sekadar mengejar target penyelesaian, Tetapi terpenting adalah kualitas. Kita tidak ingin terjadi permasalahan terhadap produk yang kita hasilkan,” tutup kelvyn.

Laporan : Syaiful