Ralat Berita: Deklarasi Pemilu Damai di Kendari, Enam Parpol Tidak Ikut

oleh -41 views
Sembilan partai politik di Kota Kendari saat membacakan komitmen pemilu Damai 2019 di area car free day Kota Kendari, Minggu (16/9). Foto : Awi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Untuk mewujudkan pemilu damai di 2019 membutuhkan komitmen semua pihak termasuk partai-partai politik (parpol). Dengan adanya komitmen damai dari semua pihak, tentu segala hal-hal yang tidak diinginkan pada saat pemilu dapat di cegah.

Salah satu tindakan pencegahan yaitu dengan adanya deklarasi damai. Di Kendari, Polres Kendari bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari, serta parpol peserta pemilu,  Minggu (16/9), menggelar Deklarasi Pemilu Damai, deklarasi tersebut melibatkan juga forkompimda, namun sayangnya enam parpol tidak hadir.

Ke enam parpol tersebut antara lain Partai Demokrat, Partai NasDem, Partai Perindo, Partai Hanura, PKB, dan PKPI. Sedangkan 9 parpol lainnya menyempatkan untuk hadir yakni Partai Gerindra, PDIP, Partai Golkar, PKS, Partai Berkarya, PPP, PSI, Partai Garuda, dan PAN hadir.

Walaupun tanpa kehadiran enam parpol, kegiatan Deklarasi Pemilu Damai yang digagas Polres Kendari tersebut tetap dilaksanakan dan berjalan lancar hingga akhir penandatanganan komitmen Pemilu Damai 2019 di sebuah baliho yang telah disiapkan.

Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Saleh dalam sambutannya mengatakan deklarasi yang digelar Polres Kendari merupakan hal baik dan penting untuk meneguhkan komitmen seluruh stakeholders, mulai dari pemerintah, penyelengara yakni KPU dan Bawaslu, Polri dan TNI, masyarakat, terlebih peserta pemilu baik parpol maupun perseorangan untuk bersama-sama mewujudkan Pemilu yang demokratis, luber, dan jurdil (jujur dan adil), serta aman, tertib, dan damai.

Parpol bersama calegnya benar-benar berkomitmen berkompetisi secara sehat, menghindari konflik, tidak saling menyerang, serta mematuhi rambu-rambu peraturan. Jangan pada saat deklarasi menyatakan siap kalah siap menang, namun di akhir tidak mau mengakui kekalahan sehingga melakukan provokasi yang berujung konflik.

“Kita semua berkomitmen untuk mewujudkan Kota Kendari adalah kota yang damai, nyaman, dan religius. Kita harus menunjukan bahwa Kota Kendari sebagai ibu kota provinsi, sebagai parameter demokrasi yang sehat dan baik di Sultra,” katanya.

“KPU Kota Kendari berkomitmen untuk menjadi penyelenggara yang profesional, berintegritas, dan independen.

Ralat berita ini, merupakan koreksi dari berita sebelumnya dengan judul yang sama “Deklarasi Pemilu Damai di Kendari, Enam Parpol Tidak Ikut” dimana dalam berita tersebut ditulis Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Saleh menyangkakan ketidak hadiran enam parpol, namun setelah dikonfirmasi, Jumwal Saleh tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut, dan kehadiran KPU pada deklarasi tersebut sebatas undangan. KPU tidak mengundang 15 parpol dalam deklarasi tersebut akan tetapi pihak Polres Kendari.

Atas adanya kesalahan dalam penulisan pernyataan Ketua KPU Kota Kendari, redaksi anoatimes.id memohon maaf pada yang bersangkutan. Ralat ini menjadi pelurusan atas kekeliruan pada berita tersebut. Terima kasih.

Redaksi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •