“Rapor Merah” Jokowi-JK dari Mahasiswa Kendari

0
385
Mahasiswa Kendari menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sultra. Mahasiswa menilai Jokowi - Jk gagal mensejahterakan masyarakat, untuk itu mahasiswa memberikan Rapor Merah kepada Jokowi-Jk. Foto : Andika anoatimes.id

ANOATIMES.ID, KENDARI – Genap empat tahun kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo – Jusuf Kalla. Mahasiswa di Kota Kendari menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (25/9), dengan memberikan “Rapor Merah” kepada Jokowi – Jk. Mahasiswa yang tergabung dari lima Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) yakni BEM Hukum, BEM FEBI, BEM Fisip, BEM Perikanan dan BEM FKIP, minilai kepemimpinan Jokowi – Jk gagal.

Menurut massa aksi, Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Jokowi bertolak belakang dengan cita-cita Presiden pertama Sorekarno, yang mana Soekarno menginginkan Indonesia bebas dari penjajahan, perbudakan, dan mensejahterakan masyarakat.

Baca Juga : Demo Kebijakan Jokowi, Kader HMI Kendari Dipukul Hingga Giginya Copot

Ketua BEM FKIP UMK, Harmoni dalam orasinya mempertanyakan janji Jokowi kepada masyarakat sewaktu berkampanye yang berjanji akan menciptakan 10 juta lapangan kerja bagi warga Indonesia, namun realitas yang terjadi di masyarakat, ialah para Tenaga Kerja Asing (TKA) lah yang mendapatkan lapangan kerja.

“Janji Jokowi tidak ditepati. Jokowi ternyata lebih mementingkan pihak asing dengan memasukkan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok. Dan apabila Jokowi tetap memasukkan tenaga kerja asing, maka akan memperpanjang pengangguran di Indonesia,” katanya.

Tidak hanya itu, di bawah kepemimpinan Jokowi – Jk saat ini, nilai tukar rupiah anjlok terhadap dollar, Bahan Bakar Minyak (BBM) naik. Dan yang terbaru adanya kebijakan soal bunyi Adzan.

“Kebijakan Jokowi membatasi pengeras suara adzan. Sejak presiden Soekarno sampai SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) tidak pernah mengeluarkan kebijakan seperti ini, padahal kontribusi umat Islam dan ulama sangat besar pada kemerdekaan Indonesia. Mereka rela mengorbankan nyawa dan hartanya demi kemerdekaan negara tercinta Indonesia,” katanya.

Hingga saat ini, massa aksi masih berada di Gedung DPRD Provinsi Sultra dengan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Berikut tuntutan para mahasiswa:

  1. Meminta kepada DPRD Sultra untuk mendesak Presiden menormalisasi ekonomi Indonesia.
  2. Meminta Kepada DPRD Sultra untuk mendesak Presiden Memulangkan TKA.
  3. Meminta kepada DPRD Sultra mendesak Menteri Agama merubah aturan volume Adzan.

 

Laporan : Jayusman/Andika
Editor : Awi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here