Ratusan Warga Kawal Masuknya Alat Berat PT GMS

oleh -255 views
Ratusan masyarakat sudah menunggu di lokasi turunnya alat berat milik PT GMS. Tampak Danramil Moramo Kapten Inf Rahman bersama personil Polisi sedang melakukan pengamanan. Foto : Awi / anoatimes.id

ANOATIMES.ID, KONSEL – Ratusan masyarakat dari empat desa lingkar tambang PT Gerbang Multi Sejahtra (GMS) yakni Desa Sangi-sangi, Ulusawa, Lawisata dan Tuetue melakukan pengawalan terhadap proses masuknya alat berat PT GMS di lokasi penambangan di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Ratusan masyarakat tersebut, turun tangan langsung melakukan pengawalan diakibatkan adanya puluhan warga yang berniat menghadang dan menggagalkan masuknya alat berat PT GMS.

Selain dikawal ratusan masyarakat, proses masuknya alat berat PT GMS juga di kawal oleh TNI-Polri.

Sejumlah barang bukti yang diamankan pihak kepolisian saat melaksanakan operasi cipta kondisi terhadap 11 perahu warga yang dicurigai hendak menghadang dan mengagalkan masuknya alat berat PT GMS.

Kasat Reskrim Polres Konsel, AKP I Ketut Arya mengatakan pihaknya mengamankan 40 warga yang berniat menggagalkan masuknya alat PT GMS. Selain mengamankan puluhan warga, Polres Konawe yang diback up Brimob dan Polair juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni bensin, obor, pisau, rompi yang terbuat dari seng, batu dan ketapel.

“Mereka (puluhan warga) beserta barang bukti diamankan pada saat operasi cipta kondisi yang dipimpin langsung Kapolres Konsel (AKBP Hamka Mapaita) di Dermaga Cempedak pukul 06.00 Wita terhadap 11 perahu yang dicurigai ingin melakukan penghadangan terhadap Kapal LCT pemuat Alat berat PT. GMS,” ujar AKP I Ketut Arya, Rabu (18/4) usai melakukan pengawalan terhadap alat berat PT GMS.

Usai diamankan, lanjut AKP I Ketut Arya mengatakan puluhan warga tersebut dipulangkan kerumahnya masing-masing dengan pengawalan polisi. Namun terlebih dahulu diberikan pemahaman dan imbauan oleh Kapolres Konsel tentang legalitas PT GMS.

“Langkah persuasif masih dikedepankan, kita hanya menghidarkan terjadi bentrok massa yang mendukung dan menolak kehadiran perusahaan,” tuturnya.

“Namun apabila ada tindakan yang membahayakan dan anarkis maka akan langsung ditangkap,” tegasnya.

Pantauan anoatimes.id, saat alat berat hendak diturunkan dari Kapal LCT pemuat alat berat, sempat ada beberapa warga yang hendak menggagalkan namun pihak kepolisian langsung mengamankan.

Laporan : Awi