Reaksi Jenderal Bintang Dua Mendengar Warga Terdampak Covid19 Belum Dapat Bantuan

oleh -187 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, MAKASSAR – Sabtu, (16/5/2020) Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka melakukan peninjauan terhadap rumah salah seorang warga Kelurahan Bontroduri, Tamalate Makassar, yang tidak layak huni.

Rumah yang tidak memiliki dinding dengan atap seadanya, diketahui milik pasangan Basri Dg Sialle dan Kumala Dg Ratu. Mirisnya lagi rumah yang menjadi sasaran bedah rumah dari Kodam XIV/Hasanuddin ini tidak memiliki dinding dan atap seadanya, sementara di kanan kirinya rumah permanen dan bagus.

Mayjen Andi pun memberikan waktu tiga minggu kepada Kazidam XIV/Hasanuddin KoloneI Czi Muhammad Said untuk melakukan bedah rumah menjadi layak huni.

Prajurit Kodam XIV/Hasanuddin tengah membedah rumah milik pasangan Basri Dg Sialle dan Kumala Dg Ratu. Foto : Kodam for anoatimes.id

Selama bedah rumah dilakukan, Basri Dg Sialle dan Kumala Dg Ratu bersama ke lima anak-anaknya untuk sementara diungsikan ke tempat penampungan di gedung TK Kartika milik Yayasan Kartika Jaya pimpinan Ibu Arinta Andi Sumangerukka (Istri Mayjen TNI Andi Sumangerukka).

Disela peninjauannya, sejumlah warga Botonduri mengeluhkan kondisi mereka kepada Mayjen Andi, yang mana mereka belum mendapatkan bantuan sembako dari Pemerintah.

Mendengar itu, Jenderal Bintang Dua tersebut lalu segera memerintahkan Dandim 1408/BS Makassar Kolonel Inf Andriyanto untuk segera melakukan pendataan terhadap warga yang belum menerima bantuan.

Sebanyak 80 paket sembako yang merupakan sumbangan dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) disalurkan secara door to door, dari ruma ke rumah ke warga Bontoduri oleh para Babinsa mengingat kondisi saat ini mengharuskan tinggal di rumah.

Tidak hanya di Bontoduri kawasan lain yang menjadi perhatian Pangdam adalah warga yang tinggal di Bantaran Sungai Tallo, Kecamatan Tallo.

Untuk sampai di kampung bantaran sungai tersebut, Dandim harus berjibaku dengan derasnya arus sungai akibat air pasang air laut, dengan menggunakan perahu tradisional

Dandim menjelaskan bahwa bantuan sembako tersebut berasal dari para donatur khususnya Yayasan Permabudhi Sulsel yang sangat peduli terhadap nasib rakyat

“Ini kami bagikan 100 paket sembako untuk warga terdampak Covid-19 yang
berisi tiap paket beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, minuman 2 botol dan masker 2 buah” ujar Dandim

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat, khususnya bagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, ” tutupnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •