Rekonstruksi Penembakan Almarhum Randi, Jurnalis Dilarang Mengambil Gambar

oleh -66 views
Para Jurnalis menjauh dari lokasi rekonstruksi usai di larang mengambil gambar oleh oknum kepolisian berpakaian preman.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Berkas perkara penembakan Almarhum Randi dikembalikan ke Penyidik Kepolisian, sejumlah catatan (petunjuk) penting diberikan Jaksa untuk dilengkapi lagi oleh Penyidik.

Menindak lajuti petunjuk jaksa, Polda Sultra kemudian melakukan rekonstruksi penembakan yang menewaskan almarhum Randi, Jumat (20/12/2019) di Jalan Abdullah Silondae, Depan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sultra.

Diketahui, lokasi tersebut merupakan lokasi dimana Almarhum Randi roboh dari posisinya. Dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit dr Ismoyo.

Sayangnya, rekonstruksi yang dilakukan sekitar pukul 15.45 Wita terkesan tertutup, seorang oknum anggota kepolisian berpakaian preman melarang jurnalis untuk mengambil gambar.

“Jangan dulu ambil gambar. Biarkan kami bekerja,” ujar seorang oknum anggota polisi berpakaian preman.

Akhirnya para jurnalis memilih untuk menjauh dari lokasi rekonstruksi dan mengambil gambar dari jarak jauh.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Muhammad Nur Akbar mengatakan dalam penanganan kasus kematian dua mahasiswa UHO, dilakasanakan dengan terbuka dan tidak ada hal yang ditutup – tutupi serta tetap mengikuti jalur dan prosedur yang berlaku.

“Sekali lagi mohon di maklumi agar kedepannya kita saling mengingatkan lagi. Bapak Kapolda menyampaikan ke saya bahwa kasus ini tidak ada yang ditutup – tutupi, kita ikuti jalurnya sesuai prosedur,” ujar Muhammad Nur Akbar.

Untuk diketahui, sikap oknum anggota kepolisian yang melarang jurnalis mengambil gambar bertentangan dengan Komitmen Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam yang menjamin pengusutan kematian dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Almarhum Randi dan Yusuf dilakukan dengan transparan.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •