Rektor UHO Imbau Mahasiswa Kreatif Melihat Peluang Masa Depan Dunia Industri Kreatif

oleh
Rektor UHO, Prof Muhammad Zamrun bersama para pemateri dalam Dialog Publik yang dilaksanakan di Auditorium UHO.

ANOATIMES.ID, KENDARI – Stigma tentang profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS), sebagai salah satu profesi yang menjanjikan masa depan, dianggap terlanjur melekat di benak para lulusan perguruan tinggi, khususnya UHO. Profesi ASN bahkan sudah menjadi tolak ukur kesuksesan bagi sebagaian besar masyarakat di bumi anoa ini. Padahal, masih banyak peluang kerja lainnya yang tidak kalah menjanjikan masa depan yang cerah.

Fenomena ini, menjadi perhatian Profesor Muh Zamrun, selaku pemegang kekuasaan tertinggi civitas akademika Universitas Halu Oleo (UHO). Dikatakannya, peluang kerja sebagai enterpreneur (wirausaha), justru tidak kalah menjanjikan dari profesi ASN. Dengan catatan, mahasiswa harus mendalami dan memahami pentingnya skill atau keterampilan menggeluti dunia usaha ini. Hal ini, menurut Zamrun, sekaligus menjadi tantangan bagi 50 ribu mahasiswa UHO Saat ini.

“Boleh bercita-cita sebagai ASN. Tetapi jiwa enterpreneur dalam diri mahasiswa tidak boleh diabaikan begitu saja. Di era revolusi industri saat ini contohnya, kita dituntut memiliki inovasi baru, dengan memanfaatkan kearifan lokal, sebagai enterpreneur yang berjiwa mandiri,” ungkap prof. Muh. Zamrun, dalam salah satu sesi dialog publik ekonomi kreatif, yang diselenggarakan di Auditorium Mokodompit UHO, Kendari, Rabu (20/2/2019).

Hal senada juga disampaikan oleh Hari Santosa. Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang secara khusus hadir bersama tim Kantor Staf Presiden (KSP) ini, mengungkapkan,ekonomi kreatif saat ini, sejalan dengan perkembangan teknologi di era digital saat ini. Karena itu, menjadi enterprenur, menurutnya menjadi langkah strategis sekaligus senagai solusi jitu terhadap persoalan ekonomi global yang terjadi saat ini.

“Berangkat dari revolusi industri 4.0, diprediksi bahwa kedepannya, perekonomian global akan semakin bergantung pada sektor industri kreatif. Peran generasi millenial, termasuk mahasiswa, disini sangat berpengaruh besar, terutama bagi pertumbuhan perekonomian nasional. Generasi millenial diharapkan tidak ketinggalan menghadapi tantangan ini,” urai Hari.

Senada dengan Hari, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Eko Sulistyo menguraikan, bahwa pemgembangan keterampilan dalam dunia pendidikan menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Jokowi saat ini. Keseriusan pemerintah mendukung pengembangan kreatifitas, skil dan sumber daya manusia (SDM) direalisasikan melalui APBN sebesar Rp 492 triliun anggaran pendidika yang diprioritaskan untuk pendidika vokasi dan peningkatan keterampilan bagi pekerja maupun para pencari kerja.

Realisasi itu, menurut Eko, searah dengan ‘bonus demografi’ atau sebaran penduduk usia produktif yang diperdiksi berakhir pada tahun 2036 mendatang. Saat itu, usia produktif diprediksi mendominasi bangsa ini.

“Karena bonus demografi ini dipastikan berpengaruh bagi peningkatan perekonomian Indonesia, maka generasi muda kita harus mulai menumbuhkan semangat daya saing enterpreneur lewat usaha rintisan atau start up mulai saat ini. Bukalapak contohnya, dengan dukungan Kominfo, sukses menjadi unicorn dengan penghasilan diatas 10 miliar USD. Tidak menutup kemungkinan, lulusan UHO juga mampu melakukan hal itu. Asal dibekali dengan kemauan belajar dan semangat menjadi entrepreneur dan technopreneur,” pungkasnya.

Untuk diketahui, UHO Kendari saat ini tengah bekerjasama dengan Kantor Staf Presiden, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Ekonomi Kreatif, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Upaya kerjasama ini dilakukan demi mengedukasi masyarakat, melalui pendekatan generasi millenial, tentang pentingnya berinovasi menghadapi tantangan di era revolusi indistri 4.0 saat ini.

Salah satu bentuk kerjasama pihak tersebut dituangkan melalui dialog publik bertema ‘Potensi Ekonomi Kreatif untuk Anak Muda Sulawesi Tenggara’, yang dilaksanakan di Auditorium Mokodompit UHO, Rabu (20/2/2019).

Laporan : Nilam