Resmi Dibuka, ini Tujuan Festival Bokori 2017

oleh -122 views
Pemukulan Gong pembukaan Festival Bokori 2017. (Foto: Rahmat R. /anoatimes.id)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONAWE – Festival Bokori 2017 resmi dibuka pada Sabtu 28 Oktober 2017 di Pulau Bokori, Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Syahruddin Nurdin dalam sambutannya mengatakkan festival Bokori akan dilaksanan selama 2 hari mulai Sabtu 28 Oktober 2017 sampai Minggu 29 Oktober 2017 dengan menampilkan berbagai agenda yang menunjukan kebudayaan masyarakat Bajo.

Menurutnya, Tujuan kegiatan tersebut adalah sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan citra kawasan wisata Pulau Bokori sebagai spot unggulan Sultra.

“Tujuan berikutnya adalah untuk memporosikan wisata Sultra dan meninkatkan pengunjung wisata di Pulau Bokori ini,” ucapnya.

Selain itu, laki-laki yang kerap disapa Udde ini mengungkapkan kegiatan tersebut juga untuk mempormosikan budaya Bajo yang ada di kawasan Pulau Bokori tersebut.

“Kita promosikan juga buadaya Bajo diajang ini, sebab Pulau Bokori berada dan dikeliling oleh masyarakat Bajo. Olehnya itu di acara ini kita didukung oleh masyarakat sadar wisata Bokori (Bajo Soropia, red),” terangnya.

Lulo Pantai oleh masyarakat Bajo Kecamatan Soropia di acara pembukaan Festival Bokori 2017. (Foto: Rahmat R. / anoatimes.id).

“Yang diperlombakan dalam festival ini adalah lulo pantai, lomba dayung tradisional, memancing tradisonal wisata kunilenr dan fashion show khusus masyarakat Bajo,” tukasnya.

Sementara itu, Asisten II Pemprov Sultra, Laode Andi Pili meminta seluruh stakeholder selaku pemangku kepentingan kepariwisataan di Sultra dan masyarakat Kecamatan Soropia agar mencitai Pulau Bokori dan selalu menjaga keberadaan wisata tersebut.

“Melalui ajang ini masyarakat bisa lebih cinta wisata ini dan daerah kita. Kita juga bisa menunjukan identitas kita yang mencitai Bokori dengan momen ini,” mintanya saat memberikan sambutan.

“Kita inginkan Bokori seperti daerah wisata lainnya, dia besar karena masyarakatnya yang menjunjung tinggi budaya lokalnya,” tukasnya.

Laporan : Rahmat R

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •