Ribuan Mahasiswa Baru UHO Ikuti Pendidikan Bela Negara

oleh -380 views
Upacara Pembukaan Pendidikan Bela Negara yang diikuti delapan ribu lebih mahasiswa UHO. Pendidikan Bela Negara dilaksanakan selama satu hari, yakni Minggu, (15/12/2019) dan dibuka langsung oleh Rektor UHO, Prof Muhammad Zamrun, Foto : Humas UHO
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Memasuki era 4.0, rasa nasionalisme para generasi bangsa terus tergerus. Invasi berbagai paham yang bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945 juga terus membayangi.

Untuk itu, sangat perlu dilakukan langkah konkrit dalam menumbuhkan kembali sikap nasionalisme cinta kepada tanah air Indonesia. Salah satunya ialah dengan mengikuti Pendidikan Bela Negara.

Minggu, (15/12/2019), Universitas Halu Oleo (UHO) mengadakan Pendidikan Bela Negara yang wajib diikuti oleh para mahasiswa UHO, khususnya mahasiswa baru. Materi dibawakan langsung oleh Petinggi TNI AD Korem 143 Halu Oleo.

Komandan Korem 143 Halu Oleo, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto saat membawakan materi Bela Negara di hadapan mahasiswa UHO.

Rektor UHO, Prof. Dr. Muhammad Zamrun F., S.Si., M.Si., M.Sc mengatakan tujuan diselengarakan Pendidikan Bela Negara ini untuk menumbuh kembangkan rasa kebangsaan cinta NKRI dikalangan mahasiswa UHO.

“Jadi sudah saatnya kita kembali untuk memegang teguh rasa satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa,” ujar Prof Muhammad Zamrun.

Sementara itu, Ketua Panitia Pendidikan Bela Negara, Dr Eng Sudarsono ST MEng mengatakan Pendidikan Bela Negara merupakan agenda rutin tahunan UHO, dan merupakan salah satu prasyarat kelulusan mahasiswa UHO.

“Sifatnya wajib, dan apabila ada mahasiswa angkatan lama yang belum mengikuti Pendidikan Bela Negara, maka harus mengikuti ditahun berikutnya,” ujar Sudarsono.

Sudarsono menambahkan dengan adanya Pendidikan Bela Negara diharapkan dapat mencegah radikalisme dikalangan mahasiswa.

“Salah satu tujuan Pendidikan Bela Negara ini menangkal Radikalisme,” tutupnya.

Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 143 HO, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto mengatakan bela negara merupakan kewajiban setiap warga negara, termaksud perguruan tinggi yang di dalamnya memiliki sumber daya manusia yang profesional dan handal.

Lanjut, Yustinus menjelaska era Revolusi Industri 4.0, tantangan generasi bangsa semakin berat. Sehingga perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang besar untuk mempersiapkan generasi yang mampu menjawab berbagai tantangan.

“Yang perlu kita pikirkan saat ini bagaimana memperkuat nasionalisme tanpa mengenyampingkan nilai-nilai kebangsaan. Sebab di era teknologi ilmu dan budaya berkembang dengan sangat terbuka. Tak luput dari itu pengaruh terhadap pemikiran setiap orang juga semakin kuat,” terangnya

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •