Ridwan Bae: Ganti Rugi Rumah dan Tanah Didahulukan, Bendungan Pelosika Dibangun Belakangan

oleh -348 views
Ridwan Bae

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sebelum pemerintah pusat merealisasikan pembangunan bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, yang pertama akan dibangun adalah rumah untuk masyarakat yang terkena imbas proyek kolosal itu.

Anggota Komisi V DPR RI Ridwan Bae, akhir pekan lalu, usai temu kader Golkar di Kecamatan Anggalomoare, Kabupaten Konawe, menyebutkan proyek yang dibiayai APBN sebesar Rp 3,3 triliun itu memakai satu setengah kecamatan di Konawe.

Baca Juga : Kementerian PUPR: Proyek Bendungan Pelosika Tidak Dibatalkan

“Mereka masyarakat bukan dikorbankan, justru rumah mereka akan dibangun lebih teratur dan beresetika. Mereka akan memiliki rumah yang lengkap mulai dari kelengkapan sarana fasilitas seperti rumah ibadah dan gedung sekolah,” terangnya.

Politisi Golkar ini mengungkapkan, selain mendapat rumah baru, masyarakat pemilik tanah yang masuk wilayah proyek pembangunan Bendungan Pelosika akan diberikan uang ganti rugi.

“Nanti setelah selesai pembangunan rumah baru dan ganti rugi lahannya. Barulah proyek bendungan Pelosika dilaksanakan,” katanya.

Ridwan Bae yakin pemerintah pusat tidak akan merugikan masyarakat. Ridwan menegaskan dirinya akan berada di barisan terdepan ketika melihat pemerintah merugikan masyarakat Sultra. Dirinya optimis pembangunan Bendungan Pelosika bisa meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Konawe. Sehingga, Konawe menjadi penyuplai pangan terbesar di Sultra.

Untuk diketahui Bendungan Pelosika masuk dalam Kawasan Strategis Provinsi (KSP) pemerintah pusat. Proyek ini berada di kawasan wilayah pertanian Wawotobi Kabupaten Konawe. Rencananya proyek pemerintah pusat ini, akan membebaskan 5.800 lahan masyarakat.

Jika Bendungan Pelosika berdiri, ada 4.371 hektar lahan tergenang terdiri dari 3.561 hektar kawasan hutan dan 810 hektar kawasan non hutan serta hilangnya beberapa infrastruktur seperti jembatan Uluiwoi. Serta jumlah kepala keluarga (kk) yang terkena dampak sebanyak 2.354 KK yang tersebar di 23 desa.

Laporan : Jayusman