Ridwan Bae: Negara Harus Menyelamatkan Korban Penyanderaan Kelompok Abu Sayyaf

oleh
Ridwan Bae

ANOATIMES.ID, KENDARI – Dua warga Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi korban peyanderaan oleh Kelompok Abu Sayyaf. Ke dua warga Kabupaten Wakatobi itu ialah Hariadi (43) dan Heri (30). Ke duanya di ketahui di sandera kelompok Abu Sayyaf di Pulau Sabah, Negara Malaysia.

Pemerintah Provinsi Sultra maupun Kabupaten Wakatobi sudah menempuh langkah-lankah untuk menyelamatkan ke dua korban penyanderaan. Namun, langkah penyelamatan tentu harus di support oleh pemerintah pusat.

Baca Juga : Pemda Wakatobi Sampaikan Penyandraan Dua Warganya oleh Abu Sayyaf ke Presiden

Anggota DPR RI asal Sultra, Ridwan Bae megatakan pemerintah daerah dalam hal ini gubernur dan bupati tidak bisa bergerak sendiri. Harus ada peran pemerintah pusat yakni negara dalam menyelamatkan jiwa mereka. Pemerintah pusat tidak boleh diam dalam peristiwa penyanderaan dua warga Wakatobi, karena ini persoalan keselamatan warga negara Indonesia.

“Jangan dilihat mereka itu orang Wakatobi, Wakatobi itu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Ridwan Bae saat di temui di kediaman pribadinya di Kendari, akhir pekan kemarin.

Dikatakannya, peran pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri sangat penting. Negara harus berbicara, tidak boleh diam dan harus melakukan segala upaya menyelamatkan dua warga negaranya.

“Semua komponen negara harus aktif bagaimana menyelamatkan jiwa mereka,” ujarnya.

Dirinya yakin,Presiden Jokowi dengan segala perangkat negara pasti akan menyelamatkan dua warga Wakatobi. Apalagi kata dia, kelompok Abu Sayyaf adalah kelompok teroris yang sudah berulang kali melakukan aksi penyanderaan.

“Berbicara masalah penyanderaan dilakukan Abu Sayyaf sudah merupakan perhatian internasional karena ini masalah aksi terorisme,” tutupnya.

Laporan : Jayusman