Rusda Mahmud Panen Padi Hasil Riset BATAN di Kolaka

oleh -26 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KOLAKA – Anggota Komisi VII DPR RI dapil Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rusda Mahmud bersama Balai Informasi dan Penyuluhan Pertanian (BIPP) melakukan panen padi bibit hasil Riset Badan Tenaga Nuklir Nasional di demplot persawahan BIPP yang berlokasi di Desa Kaloloa, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sultra, Kamis (1/10/2020).

Rusda Mahmud mengatakan lokasi penanaman bibit hasil riset dari BATAN yang dilakukan di Demplot BIPP bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat dan penyuluh pertaian megenai varietas padi ini. Selain itu juga, BIPP bisa melakukan evaluasi, pengamatan langsung penanaman, mulai dari bibit hingga rasa nasi sebagai hasil akhir.

“Kalau perlu sampai melakukan riset ke rasa nasi yang dihasilkan,” ujar Rusda Mahmud.

Lanjut, Rusda juga menambahkan bahwa hasil riset ini dapat digunakan nantinya sebagai salah satu opsi dalam ketahanan pangan masyarakat Sultra, khususnya di masa pandemi Covid19 ini. Dan kepada para petani, Rusda mengimbau apabila menemui kendala agar menyampaikan kepada dirinya, sehingga dirinya sebagai wakil rakyat di Senayan dapat menindak lanjuti dengan berkoordinasi kepada mitra DPR RI khususnya Komisi VII.

“Kepada petani dan penyuluh agar memberikan masukan-masukan dan keluhannya agar saya dapat menyampaikannya kepada mitra kerja saya di Komisi VII baik itu di BATAN maupun di BRIN Badan Riset Nasional,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala BIPP H. Suharso mengatakan bahwa bibit yang digunakan 15 Kg dengan luasan lahan 40 are menghasilkan 15 karung. Masa tanam pindah 103 hari, sedangan bila memakai sistem tanam langsung hanya membutuhkan 90 hari.

“Jadi di prediksi dalam 1 Hektar menghasilkan rata-rata 7 ton per hektar dengan metode organik penuh, tanpa pupuk kimia, tapi jika menggunakan pupuk kimia bisa menghasilkan sampai 10 ton,” katanya.

Dalam acara panen tersebut, turut hadir Camat Samaturu, Rida Tahrir. Pada kesempatan ini Rida Tahrir menyampaikan keluhan petani akan kelangkaan solar yang dihadapai petani, khususnya saat akan memulai penggarapan sawah.

“Kami meminta agar hal ini dicarikan solusi, karena yang ada hanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk nelayan, bukan untuk petani,” katanya.

Menjawab keluhan tersebut, Rusda meminta warga untuk swadaya patungan dengan dirikan sebuah Koperasi Pertashop, yakni SPBU skala kecil yang bersifat resmi dari pertamina, dengan harga bbmnya harga pertamina.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •