Saksi Ahli Terkait: Rekomendasi Panwas Bombana Tidak Akurat

oleh -0 views
Bambang Eka Cahya Widodo
Saksi ahli terkait, Bambang Eka Cahya Widodo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, JAKARTA – Sidang perkara gugatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar, Kamis (13/4/2017) di ruang panel 1 gedung Mahkamah Konstitusi (MK) RI menghadirkan saksi ahli dari pihak pemohon dan terkait.

Saksi ahli pihak terkait, Bambang Eka Cahya Widodo mengatakan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Bombana untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak akurat.

“Rekomendasi Panwas ke KPU tidak akurat, ” ujar Bambang usai memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim MK.

Menurut Bambang tidak akuratnya rekomendasi yang dibuat oleh Panwas karena tidak memenuhi syarat di pasal 59 ayat 2 atau pasal 112 di undang-undang. Dalam Undang-undang tersebut syarat minimal untuk pemilih yang memilih di dua TPS harus lebih dari 1 orang.

“Pokok persoalannya kan di pemilih yang memilih di dua TPS, sedangkan informasi dari KPU, pemilih yang melakukan pilih lebih dari dua kali hanya satu orang, nha itu tidak memenuhi syarat undang-undang, harusnya kan lebih dari satu orang dalam hal ini dua, kalau hanya 1 orang ya tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Lanjut, Bambang menuturkan harusnya dalam membuat rekomendasi, Panwas harus melalui kajian, penelitian dan pemeriksaan saksi-saksi dilapangan, tidak asal membuat rekomendasi. Sebab bila tidak melalui proses itu maka KPU akan terkendala dalam melaksanakan rekomendasi tersebut.

“Nha ini juga yang menjadi catatan, harus penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU harus mampu membuat langkah-langkah administratif ketika ada pertanyaan ataupun rekomenfasi, dengan menjawab apakah rekomendasi itu bisa dilaksanakan atau tidak, ” tuturnya.

Sementara itu saksi ahli pemohon, Marwarar Siahaan tidak dapat dikonfirmasi sebab usai memberikan kesaksiannya di hadapan Majelis Hakim MK, Marwarar langsung meninggalkan gedung MK.

Laporan : Azwirman

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •