Sambangi Warga Lingkar Tambang PT VDNI, Komnas HAM RI Diintimidasi OTK

oleh -46 views
Kabag Dukungan Pemantauan dan Penyelidikan, Imelda Saragih (Kanan), bersama dua rekannya Ridha Wahyuni, dan Dyah Nan S saat di temui di Kota Kendari, usai bertemu masyarakat Lingkar Tambang PT VDNI. Foto : Awi / anoatimes.id
  • 170
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    170
    Shares

ANOATIMES.ID, KENDARI – Berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat lingkar tambang PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) kini telah sampai di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI.

Terbukti, Rabu (23/5) Komnas HAM RI mengutus empat perwakilannya untuk bertemu dengan masyarakat lingkar tambang PT VDNI khsususnya di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Rencananya Komnas HAM bakal menggelar pertemuan dengan masyarakat di beberapa desa, namun utusan Komnas HAM rupanya mendapat intimidasi dari beberapa Oknum Tidak di Kenal (OTK) bersama sekuriti yang mencoba menghalangi Komnas HAM bertemu dengan masyarakat.

Tampak Tiga OTK (belakang, kiri) saat mendatangi Balai Desa Laosu Jaya. Foto : Istimewa

Kepala Bagian Dukungan Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI Imelda Saragih mengatakan kedatangan Komnas HAM untuk menindak lanjuti aduan dari aliansi Pergerakan Forum Pemerhati Lingkar Tambang (PFPLT) terkait dugaan pencemaran lingkungan salah satu lahan warga di desa Tani Jaya yang dilakukan oleh PT. VDNI.

“Dugaan pencemaran lingkungan, CSR, pokoknya pengaduan oleh masyaraat, perasoalan dampak sosial dan lingkungan atas keberadaan PT VDNI,” ujar Imelda Saragih.

Imelda Saragih menjelaskan sewaktu dirinya dan rekan-rekannya bertemu dengan warga di Balai Desa Laosu Jaya, sempat ada beberaoa OTK yang datang, melihat-lihat lalu pergi, usai melakukan pertemuan dengan warga Desa Laosu Jaya, dirinya dan beberapa rekannya hendak menuju Desa Tani Indah tiba-tiba dicegat oleh beberapa orang yang tidak membolehkan dirinya bertemu dengan warga Desa Tani Indah.

“Sempat ditahan, kita mencegah adanya konflik makanya kami balik. Kita cuman menghindari adanya konflik perusahaan dan warga, karena biasa paling banyak dirugikan warga, kaya tadi jangan sampai adan yang mukul duluan bisa berurusan sama polisi nanti,” tuturnya.

Akibat intimidasi tersebut, utusan Komnas HAM kembali ke Kota Kendari dan akan menggelar pertemuan dengan Plt Bupati Konawe, Parinringi, dan Plt Gubernur Sultra.

“Sekarangkan kita ketemu pengadu (masyarakat), selanjutnya Bupati Konawe, DPRD Sultra, Polres dan Polda Sultra, serta Plt Gubernur,” ungkapnya.

Laporan : Awi

  •  
    170
    Shares
  • 170
  •  
  •  
  •  
  •  
  •