Sapril: Gubernur Harus Fokus Membangun Sultra Bukan Mengurusi Personal Nasabah

oleh

ANOATIMES.ID, KENDARI – Mantan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sapril angkat bicara soal sikap reaktif Gubenur Sultra H Ali Mazi yang mengurusi personal nasabah Bank Sultra.

Belakangan Gubernur Sultra H Ali Mazi meminta kejaksaan untuk mengusut kucuran dana Rp 30 Miliar yang dinilai kredit macet di Bank Sultra kepada seorang pengusaha, H Ishak Ismail.

Namun, Bank Sultra telah melakukan klarifikasi bahwa kredit Ishak Ismail masih berjalan lancar dan baik.

“Tidak ada masalah (dengan kredit Ishak Ismail), angsuran masih berjalan,” kata Direktur Pemasaran Bank Sultra, Hayati Hasan, beberapa waktu lalu.

Melihat siatuasi tersebut, Sapril yang merupakan mantan Wakil Ketua HIPMI Sultra meminta kepada H Ali Mazi untuk fokus dalam membangun Provinsi Sultra.

“Kita minta pak gub untuk fokus membangun Sultra, masih banyak program – program kinerja pak gub yang belum terealisasi untuk masyarakat,” kata Sapril.

Lebih lanjut, Sapril menjelaskan seharusnya pemerintah memberikan spirit kepada para pengusaha lokal khususnya Ishak Ismail yang mampu bersaing dengan pengusaha – pengusaha lainnya.

“Mestinya diberikan spirit karena beliau (Ishak Ismail, red) pengusaha lokal dan sekaligus anak lokal yang mampu berkompetitif dan eksis di dunia usaha, dan itu dibuktikan dengan perusahaan beliau yang kategori B1 nasional,” katanya.

“Di Sultra, perushaan dengan kstegori B 1 itu hanya beberapa saja, salah satunya perusahaan yang dipimpin Ishak Ismail,” ungkapnya.

Sapril menambahkan gubernur harusnya mampu melihat situasi bisnis di Sultra yang mana saja ini 80 persen pengusaha lokal hanya menguasai market sebesar 20 persen, terbalik dengan 20 persen pengusaha bukan lokal justru menguasai 80 persen market bisnis di Sultra.

“Ini bukannya kami memihak ke Ishak Ismail,
tetapi kami mengajak pak gub untuk melihat iklim usaha secara global dan objektif,” tambahnya.

Sebagai seorang Gubernur, lanjut Sapril, Ali Mazi harusnya paham salah satu kewajiban gubernur yang diamanahkan dalam UU Nomor 24 tahun 2014 pasal 67 tentang pemerintahan daerah. Gubernur wajib hukumnya membangun sinergitas dengan berbagai pihak termasuk pelaku usaha, karena membangun daerah ini tidak hanya persoalan gubernur tetapi kerja kerja kolosal anak daerah.

Sehingga kami minta gubernur untuk fokus dalam membagun Sultra,” pintanya.

Menyangkut bocornya data Ishak Ismail, Sapril sebagai pengusaha mempertanyakan sikap profesionalitas dari Bank Sultra dalam melaksanakan UU Perbankan terkhusus pada point kerahasian data nasabah.

“Kami juga memberikan masukan kepada Bank Sultra sebagai institusi perbankan yang diawasi OJK, baiknya lebih bersikap secara proporsional dalam menjaga kerahasiaan nasabah, karena jangan sampai dengan sikap tidak profesional itu merugikan Bank Sultra dan personalitas nasabah,” jelasnya.

Laporan : Awi