Sekertaris Sebut Gerindra Usung Asrun di Pilgub, Ketua Malah Berbeda. Ini Jawaban Imran

oleh -40 views
Sumber foto Google
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sebelumnya Sekertaris DPD Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Djayadi Zaid disalah satu media lokal di Sultra, telah menyatakan dukungan Partai Gerindra dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra periode 2018-2023 jatuh kepada Asrun. Dukungan tersebut dikarenakan selama proses pendaftaran dibuka hanya Asrun yang mendaftar di partai besutan Prabowo Subianto. Bahkan keputusan tersebut sudah diplenokan ditingkat DPD.

Pernyataan Djayadi Zaid berbeda dengan pernyataan Ketua DPD Partai Gerindra Sultra, Imran. Menurutnya posisi Asrun di Partai Gerindra baru sebatas terjaring. Dan sampai saat ini, Partai Gerindra masih membuka pendaftaran bakal calon (balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra.

“Pak Asrun baru sebatas terjaring, sebab baru Pak Asrun yang mendaftar dan sudah presentasi ke kita tentang dukungan parpol lain kepadanya,” ujar Imran via seluler, Sabtu (30/6/2017) malam.

Imran menambahkan, pendaftaran di Partai Gerindra dibuka hingga 5 Juli 2017 mendatang. Partai Gerindra terbuka untuk siapapun asalkan memenuhi syarat dan ketentuan partai.

“Saat itu, kita rapat pimpinan daerah dan baru Pak Asrun yang daftar. Kemudan kita plenokan. Namun jika masih ada lagi yang hendak mendaftar, silahkan mendaftar, syaratnya harus membawa dukungan dari partai lain, sebab Gerindra hanya 4 kursi dan butuh koalisi. Itupun partai koalisi harus sejalan dan sevisi dengan DPP Gerindra,” katanya.

Lebih lanjut, apabila dalam rentan waktu hingga 5 juli mendatang, ada figur tambahan yang mendaftar maka figur tersebut akan diplenokan ditingkat DPD, selanjutnya dilaporkan ke DPP.

“Kalau ada lagi (figur yang mendaftar) maka kami plenokan dan kita bawa nama-nama tersebut ke Rakernas Partai Gerindra. Minimal ada nama-nama yang kita bawa ke Rakernas nanti,” tambahnya.

Lanjut, Imran menambahkan untuk arah dukungan siapa yang akan diusung oleh Partai Gerindra dalam kontestasi Pilgub 2018 mendatang yang menentukan ialah DPP. DPD hanya sebatas melaksanakan penjaringan.

“Berapapun nama yang masuk itu kami dorong dan bawa ke pusat, pusat yang menentukan karena itu kewenangam DPP bukan DPD,” tutupnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •