Semrawut Pertambangan di Sultra, Kehadiran KPK di Tunggu

oleh -46 views
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sultra, Sudirman
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Ada ratusan perusahaan tambang di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Hadirnya perusahaan – perusahan tersebut diharapkan dapat berkontribusi kepada daerah terlebih kepada masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan. Namun, dari ratusan jumlah perusahaan tidak sedikit yang beroperasi tanpa mengikuti aturan yang ada baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sehingga masyarakat menjadi korban.

Sangat disayangkan masih banyaknya perusahaan yang ogah mengikuti aturan, di benak mereka hanya keuntungan yang besar yang ada. Tanpa mau berjalan pada koridor pertambangan yang benar. Belum lagi dampak dari aktivitas penambangan, tidak adanya reklamasi, maraknya debu yang bertebaran di pemukiman masyarakat masih marak terjadi.

Kondisi ini ini dibenarkan oleh Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sultra, Sudirman. Menurutnya keberadaan perusahaan – perusahaan tambang di Sultra belum berkontribusi besar pada kemajuan ekonomi masyarakat yang pada awalnya diklaim akan mensejahterakan masyarakat.

“Kerusakan lingkungan yang terjadi dari aktivitas tambang merupakan kejahatan lingkungan sehingga kita harus menyuarakan ini, dan juga pemerintah harus lebih selektif dalam memberikan izin, serta harus dilakukan evaluasi terhadap aktivitas tambang di Bumi Anoa,” ujar Sudirman, Sabtu (4/1/2020) via seluler.

Lanjut, Sudirman menambahkan untuk itu alangkah lebih baiknya juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hadir di Sultra untuk mengusut persoalan tambang di Sultra.

“Untuk itu kami mengajak KPK kalau punya niat untuk memberantas korupsi kami tunggu kehadirannya di Sultra,” tambahnya.

“Jangan sampai investasi pertambangan di Sultra hanya untuk segelintir orang saja, namun menyengsarakan masyarakat,” tegasnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •