Seorang Pengemudi Grap di Hajar Pengemudi Taksi Konvensional di Kendari

oleh -37 views
Aksi penolakan terhadap taksi online atau grap yang dilakukan puluhan pengemudi taksi konvensional. Foto : Jauhar / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Seperti halnya yang terjadi di Jakarta, dimana terjadi penolakan terhadap taksi online atau grap oleh taksi konvensional, bahkan sampai terjadi aksi kekerasan.

Di Kendari, seorang pengemudi grap menjadi korban amukkan puluhan pengemudi taksi konvensional, Rabu (29/11/2017) di Jalan Tebaununggu, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Puluhan pengemudi taksi konvesional melakukan razia terhadap taksi online pada saat sedang berlangsung Rapat Dengar Pendapat antara pengemudi taksi konvensional dengan DPRD Sultra.

Baca Juga : Termakan Janji Manis, Gadis Asal Konawe Batal Menikah

Ketua Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) Kota Kendari, Rahmad Buyung mengatakan tindakan yang dilakukan para pengemudi taksi online merupakan buntut dari pertemuan tanggal 22 November 2017 lalu, yang tidak diindahkan oleh Pemerintah Kota Kendari dan Kepolisian, sehingga memicu amarah para pengemudi taksi kenvensional.

“Kan pihak kepolisian yang mempunyai kewenangan untuk menindaki penegakan hukumnya, ada sama mereka. Tapi, karna mereka tidak melakukan penegakan hukum, akhirnya membuat pihak yang merasa dirugikan ini kan jengkel, sedangkan persoalan inikan kita sudah sampaikan tolong di tindaki,” ungkapnya, saat ditemui awak media.

Baca Juga : Supir Taxi Kembali Mogok Jalan, ini Penjelasan Dishub Soal izin Grab di Sultra

“Dan juga Pemerintah kota Kendari dan Pemerintah Provinsi yang terkesan melindungi dan mensuport grab, Karna sudah jelas dilarang kenapa masih di biarkan beroperasi, sudah kita sampaikan akan tetapi tidak ditindaki,” terangnya.

Lanjut, Rahmad mengungkapkan akan melindungi anggotannya yang telah melakukan tindakan kekerasan terhadap pengemudi grab tersebut.

“Kalau teman-teman saya di tangkap, eee tunggu dulu, sumber permasalahannya kita liat dulu, kenapa sampai dia melakukan hal itu, kita sudah membuat penyampaian di dalam forum resmi lantas pihak yang berwenang tidak menindak masa masyarakat yang harus menindak, itu artinya mereka memaksa masyarakat untuk menindak,” ungkapnya.

Lanjut, ia juga menjelaskan dua point yang menjadi harapan pengemudi supir taxi yakni, pertama ; hentikan dengan total kegiatan vendore grab beroperasi di Kota Kendari, Kedua ; saya berharap dari teman-teman komunitas pengusaha angkutan bisa menahan diri, kita tunggu dalam beberapa hari ini bagaimana pihak dewan merespon hasil hearing hari ini tanggal 29 November ini,” imbaunya.

Laporan : Jauhar

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •