Seorang Warga Kembali Diterkam Ular Piton di Muna

oleh
Warga di bantu polisi mencari ular piton yang menyerang Wa Nisa. Foto : Alim Mbr / anoatimes.id

ANOATIMES.ID, MUNA – Serangan Ular Piton kepada warga Kabupaten Muna masih menghantui warga. Di awal bulan Mei 2019 lalu, warga Kabupaten Muna digegerkan dengan se ekor ular piton berukuran besar menyerang seoang anak perempuan yang bepergian ke kebun bersama ayahnya. Beruntung anak kecil yang diketahui benama Wa Selmi berhasil diselamatkan ayahnya yang saat itu langsung menebas ular piton hingga ular piton tersebut terbujur lemah dan segera ditangkap warga.

Minggu, 26 Mei 2019, se ekor ular piton kembali menyerang seorang ibu rumah tangga Wa Nisa. Saat itu, Wa Nisa hendak ke kebunnya seorang diri. Di perjalanan dirinya lansung di terkam se ekor ular piton yang menurutnya berukuran kurang lebih 8 meter. Beruntung, Wa Nisa berhasil menyelamatkan diri.

Wa Nisa tengah dipeluk erat anaknya. Wa Nisa nyaris dimakan ular piton saat hendak ke kebunnya.

Seketika, Wa Nisa langsung berlari menuruni bukit ke pemukiman dan menemui suaminya. Suami Wa Nisa, La Halimi lalu memanggil warga dan meminta bantuan dari Bhabinkamtibmas untuk bersama mencari ular yang telah menyerang istrinya.

Kapolsek Watopute, Ipda Fajar Hidayat mengatakan saat pencarian oleh warga dan bhabinkamtibmas, ular piton tersebut tidak ditemukan, diperkirakan sudah masuk kembali ke dalam lubang yang tidak jauh dari lokasi Wa Nisa diserang.

“Saat itu, korban (Wa Nisa, red) diserang dari arah kiri. beruntung korban membawa parang dan langsung menepis serangan ular itu dengan menebaskan parang, hingga ular itu lari dengan parang yang masih tertancap di badannya,” katanya.

Saat pencarian, masyarakat yang dibantu Bhabinkamtibmas hanya menemukan parang milik korban yang digunakan untuk menebas ular piton itu.

Sementara itu, Bhabinkamtibas, Brigadir Karimul mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati – hati saat hendak ke kebun. Jangan berjalan sendirian, dan upayakan membawa parang atau alat pertanian lainnya.

“Lengkapi diri dengan alat pertanian berupa parang yang sangat membantu bila hal itu pun terjadi, dan tidak merusak ekosistem hutan yang merupakan habitat utama dari hewan liar seperti ular piton yamg mungkin terancam akan susahnya mencari habitat dan makanan,” imbaunya.

Laporan : Alim Mbar