Seorang Warga Tampo Tewas Ditembak Oknum Polisi. Begini Kata Kapolres Muna!!!

oleh -46 views
Jenazah Laode Sifu
Ketgam: Jenazah Laode Sifu saat terbujur kaku di ruang jenazah RSUD Muna.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Laode Sifu (43), warga Kelurahan Tampo, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) harus merenggang nyawa ditangan seorang oknum anggota polisi yang bertugas di Polsek Tampo, Polres Muna.

Laode Sifu ditembak oleh Brigadir A, pada Jumat (16/6) subuh disamping kapal Fery yang berlabuh di dermaga pelabuhan penyebrang Tampo. Akibatnya sebutir proyektil timah panas bersarang di dada kiri korban dan nyawa korbanpun tidak dapat diselamatkan.

Berdasarkan keterangan saksi, Laode Ruslan yang juga merupakan ABK Ferry KM Rumbia menuturkan di subuh itu, dirinya terbangun untuk makan sahur, Ruslan mendengar suara tembakan sebanyak dua kali yang jaraknya tidak jauh dari lokasinya. Merasa penasaran, Ruslanpun mencari dimana asal suara tembakan. Terkejut seketika Ruslan melihat ada seseorang pria dewasa yang sudah tergeletak disebuah perahu. Ruslanpun terpukul ketika tahu bahwa pria yang ia temuka tergeletak itu adalah ayah kandungnya.

Ketgam : Kapolres Muna AKBP Ramos beserta beberapa anggotanya memikul jenazah korban. Foto : Ham

“Saya bangun makan sahur, saya dengar dua kali suara letusan mirip tembakan, saya cari kemudian saya lihat ada laki-laki tergeletak di perahu. Saya dekati ternyata itu bapak saya,” ujar Ruslan debgan linangan air mata saat ditemui di rumah sakit di Muna.

Menurut Ruslan, ayahnya memiliki hoby mancing, dan kerap mancing dimalam hari disekitar pelabuhan. Senada dengan Ruslan, kakak korban Laode Malifu dan istri korban Waode Marliana mengatakan korban memang kerap memancing di sekitar pelabuhan.

“Malamnya, suami saya (Laode Sifu, red) izin untuk keluar memancing. Namun subuhnya saya mendengar kabar dari anak saya (Laode Ruslan, red) bahwa suami saya meninggal tertembak,” ujar Woade Marlina.

Selain itu, Laode Malifu mengatakan dari informasi yang ia dengar, korban tewas tertembal oleh Brigadir A yang merupakan anggota Polsek Tampo.

“Saya dengar informasi, korban tewas akibat tertembak oleh oknum polisi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Muna, AKBP Ramos membenarkan kejadian tersebut, bahwa korban tewas akibat terkena sebutir timah panas milik seorang anggotanya.

“Sekarang pelaku sudah diamankan dan sudah ada di sel,” kata Ramos pada awak media usai melihat jenazah korban yang terbaring kaku diruang UGD RSUD Muna

Menurut Ramos, kejadian tersebut berawal dari adanya informasi bahwa ada transaksi BBM ilegal di wilayah tersebut, kemudian Brigadir A yang saat itu sedang piket menindak lanjuti informasi tersebut.

“Jadi ada informasi dari masyarakat, diduga ada transaksi ilegel BBM. Jadi, pihak dari Polsek Tampo yang sedang piket menindak lanjuti informasi tersebut. Lalu melihat ada perahu yang menempel di kapal Fery. Terus diberikan tembakan tegas peringatan tiga kali, untuk menghentikan kegiatan tersebut, kemudian orang diperahu tersebut mencoba melarikan diri, sehingga petugas melakukan tindakan tegas,” terang Ramos.

Laporan : Ham

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •