Sidang Bupati Busel Non Aktif, Tiga Saksi Akui Ada Transaksi Uang

0
127
Ajudan Agus Feisal Hidayat, La Ode Yusrin saat diminta untuk melihat kembali BAP-nya di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kendari. Foto : Jayusman / anoatimes.id

ANOATIMES.ID, KENDARI – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari kembali menggelar sidang dugaan penyuapan terhadap Bupati Buton Selatan (Busel) Non Aktif Agus Feisal Hidayat, Rabu (7/11). Dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menghadirkan tiga orang saksi, yaitu Ajudan Agus Feisal Hidayat bernama La Ode Yusrin, Karyawan Bank BRI cabang Baubau bernama Aswardi dan Konsultan Politik bernama Hari.

Dalam kesaksian di hadapan majelis Hakim Pengadilan Tipikor, ke tiga saksi yang dihadirkan mengakui bahwa memang ada transaksi uang dari pengusana Tony Kongres alias acucu ke Agus Feisal Hidayat.

Baca Juga : Bawaslu Konkep Tertibkan APK dan BK, Paling Banyak Milik Partai Demokrat

Dalam kesaksian pertama, La Ode Yusrin mengatakan sering diperintahkan Agus Feisal Hidayat untuk mengambil sejumlah uang dari Tony Kongres. Di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) nya, La Ode Yusrin juga, yang dibacakan oleh JPU KPK RI, Eva Yustisiana terkuak bahwa La Ode Yusrin pernah beberapa kali diminta Agus Feisal mengambil uang, diantaranya Rp 50 juta dari istri Tony Kongres, Rp 100 juta melalui nomor rekening Agus Feisal lalu kemudian dikirim masing-masing di BNI dan BRI. Rp 200 juta diambil langsung dari Tony Kongres, Rp 210 juta dari Tony Kongres diambil Yusrin lalu diserahkan pada sopir pribadi Agus.

“Kapan saja beliau (Agus Feisal Hidayat, red) butuh uang, saya diminta ambil dari Acucu. Saya selalu siap mengambilnya tanpa tahu itu fee proyek yang mana dikerjakan Acucu saya sudah tidak tahu lagi,” ucap jaksa KPK membacakan BAP yang kemudian diiyakan Yusrin.

Selain akui BAP-nya, La Ode Yusrin juga mengakui pernah dihubungi Tony Kongres terkait pembayaran cicilan rumah pribadi Agus Feisal Hidayat sekitar bulan April 2018.

“Pernah ditelfon Acucu kalau dia (Acucu, red) sudah bayar cicilan rumah,” katanya.

Sementara itu saksi ke dua, Aswardi mengatakan Tony Kongres tiddak memiliki rekening tabungan namun Tony Kongres mempercayai dirinya untuk mengelola rekening milik istri bernama Rini dan rekening anaknya bernama Imelda. Sewaktu ketika, Aswardi diminta Tony Kongres untuk menarik uang Rp 200 juta dan diserahkan ke La Ode Yusrin. Atas bantuannya, Aswardi kerap diberikan imbalan Rp 500 ribu oleh Tony Kongres.

Senada dengan La Ode Yusrin dan Aswadin, saksi ke tiga bernama Hari, yang merupakan konsultan politik mengatakan pernah diminta Agus Feisal Hidayat untuk menjadi konsultan politik Calon Gubernur Rusda Mahmud dan Calon Wakil Gubernur Syafei Kahar (Ayah Agus Feisal Hidayat, red). Hari diminta merancang program untuk pilgub.

“Bulan April saya dihubungi Yusrin ada dana Rp 300 juta untuk cetak atribut kampanye pilgub sudah dikrim. Bulan Mei saya menuju kota Bau-bau untuk mengurus atribut yang sudah dikirim,” ucap Hari.

Masih bulan Mei, lanjut Hari saat itu dalam suasana Bulan Ramadhan, Hari menerima uang Rp 210 juta untuk pelatihan 1000 relawan calon wakil gubernur Syafei Kahar.

Untuk diketahui dalam proses persidangan, Hakim Ketua Khusnul Khatimah SH MH kerap mengulang pertanyaannya kepada para saksi akibat sering memberikan kesaksian yang meragukan. Sidang rencannya bakal dilanjutkan kembali pada pekan depan dengan agenda mendengarkan saksi lainnya.

Laporan : Jayusman
Editor : Awi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here