Sucianti: Sudah Waktunya Pengusaha Sultra Perkenalkan Makanan Khas ke Global

oleh -31 views
Bakal Calon Ketua Umum (Balontum) BPD HIPMI Sultra, Sucianti
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak hanya kaya akan Sumber Daya Alamnya, akan tetapi juga kaya akan beragam jenis makanan khas daerah yang dimiliki di hampir 17 Kabupaten dan Kota.

Sayangnya beragam jenis makanan khas daerah tersebut kurang dimanfaatkan, dan hanya menjadi konsumsi lokalan saja. Untuk itu sangat diperlukan langkah yang tepat untuk dapat membuat makanan khas Sultra menjadi salah satu makanan yang di cari dan di konsumsi tidak hanya lokal melainkan Global.

Baca Juga : Pengumuman Hasil Verifikasi Berkas Balontum BPD HIPMI Sultra Diundur, Ini Jadwalnya

Bakal Calon Ketua Umum (Balontum) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sultra, Sucianti menilai bahwa apabila makanan khas daerah dimanfaatkan dengan baik dan di promosikan hingga ke tingkat Global tentu akan membuat makanan khas daerah Sultra menjadi salah satu konsumsi yang sangat di cari.

“Misalnya Sagu ya. Sagu bisa diolah dengan berbagai macam, selain dalam bentuk Sinonggi, Kapurung atau Pappeda, sagu juga bisa mejadi bahan dari kue-kue yang rasanya enak,” ujar Sucianti kepada anoatimes.id, Senin (6/11/2017) via seluler.

Baca Juga : Ini Klarifikasi Kasubag Humas Wakatobi Terkait Pemberitaan Miringnya

Lebih lanjut, Sucianti mengatakan dengan dengan potensi tersebut sudah waktunya pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Sultra memperkenalkan makanan khas ke pasar global.

“Selama ini hanya beras yang terkenal, makanan pokok Indonesia hingga pemerintah harus impor. Sudah saatnya pengusaha lokal perkenalkan makanan khas ke Global” katanya.

Apa Langkah Nyata Sucianti Ketika Terpilih Menjadi Ketum BPD HIPMI terhadap Makanan Khas Sultra?

Apabila diamanahkan menakhodai BPD HIPMI Sultra, kedepan dirinya bakal berupaya agar pengusaha dapat menggandeng para kepala daerah mempromosikan makanan khas Sultra sebagai menu wajib di restoran-restoran dan di Hotel-Hotel.

“Kalau pengusaha bisa mengandeng kepala daerah mempromosikan makanan khas misalnya sagu dengan mewajibkan setiap restauran menyajikan menu maknan khas Sultra sebagai menu wajib, sarapan di hotel-hotel harus ada menu sinonggi. Mengurangi izin restauran-restauran franschise western yang masuk ke Sultra. Dan menjadikan sagu sebagai oleh-oleh khas daerah Sultra lengkap dengan cara mengolahnya,” ungkapnya.

“Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam mempromosikan makanan khas daerah salah satunya ya seperti yang dilaksanakan baru-baru ini Festival Sagu di Kendari,” tutupnya.

Laporan : Awi

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •