Sulkhani dan Riki Fajar Dituntut 3 Bulan Penjara

oleh -5 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sidang dugaan pelanggaran pemilu oleh dua caleg PKS di Sultra, yakni Sulkhani (Caleg DPRD Provinsi Sultra dapil Kota Kendari) dan Riki Fajar (Caleg DPRD Kota Kendari dapil Kambu – Baruga) terus di gelar Pengadilan Negeri (PN) Kendari.

Senin, (29/4/2019), sekitar pukul 15.09 Wita, sidang ke enam, dengan agenda pembacaan tuntutan digelar di Ruang Sidang Kartika. Ke dua terdakwa hadir dalam persidangan tersebut. Tampak beberapa rekan terdakwa ikut hadir dalam persidangan.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kendari, Muhammad Jufri Tabha membacakan tuntutan kepada ke dua terdakwa dengan tuntutan 3 bulan penjara dan denda Rp 5 juta masing – masing terdakwa.

“Tiga bulan penjara dengan denda Rp 5 juta rupiah,” ujar Muhamamd Jufri Tabha.

Ditemui usai sidang, Muhammad Jufri Tabha menjelaskan JPU menilai ke dua terdakwa melibatkan ASN dalam politik, dengan adanya Camat Kambu, La Mili dalam pertemuan yang digelar di rumah warga bernama Margono.

“Kita serahkan juga bukti percakapan WhatsApp dari Hp La Mili yang sudah kita ekstrak. Percakapan antara ke dua terdakwa dan La Mili. Juga stiker,” katanya.

Dalam percakapan tersebut, kata Muhammad Jufri Tabha terdakwa dengan La Mili sudah sejak lama berkomunikasi yaitu sejak Januari 2019.

“Membahas tahapan kampanye, salah satunya penetapan tim pemenangan, jadwal pertemuan dengan masyarakat di Lalolara, dan daftar TPS serta nama – nama TPS dan alamat TPS,” ungkapnya.

Sementara itu, Sulkhani menyakini bahwa dirinya akan di vonis bebas oleh Mejalis Hakim. “Intinya apa yang disampaikan Jaksa tadi akan ditelaah oleh penasehat hukum dan saya yakin apa yang disampaikan tidak 100 persen benar,” ujarnya.

“Saya yakin putusnya bebas. Kan saya belum melakukan kampanye, artinya kampanye belum terjadi. Kita cuman datang bersilaturahmi dan kebetulan disitu ada pak Camat. Kalau saya tahu disitu ada pak camat tidak mungkin saya datang,” kata Sulkhani.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •