Terdakwa Penipuan Miliaran Rupiah Hanya Dituntut 8 Bulan

oleh -245 views
Kapal KM Kyokomaru Surabaya yang disegel Polda Sultra beberapa bulan lalu. Sumber foto TribunButon.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Masih ingatkah dengan perkara hukum yang di alami seorang nenek di Situbondo yang menebang 7 batang kayu jati?

Nenek Asyani namanya, usianya sudah mencapai 63 tahun di tuntut 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Situbondo akibat menebang 7 pohon kayu jati dan mengambil batangan pohon kayu tersebut. Berbanding terbalik dengan yang terjadi kepada nenek Asyani, dimana di Kota Kendari, seorang terdakwa penipuan miliaran rupiah hanya di tuntut oleh JPU Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra 8 bulan.

Baca Juga : Sidang ke Dua, Ini Isi Eksepsi Nur Alam

Perkara hukum tersebut bermula pada tahun 2002 yang mana pelapor atas nama Kong Winarto Kongres bekerja sama dengan adiknya bernama Yance Kongres dalam pengoprasian tiga buah kapal barang barang.

Kong Winarto kongres menitipkan tiga buah kapalnya ke perusahaan Yance KOngres yang beralamat di Kota Baubau, selama beberapa tahun yakni sejak 2002 hingga 2013 semuanya berjalan lancar, namun ketika 2014 kong winarto kongres meminta pembagian hasil atas pengoprasian tiga buah kapal tersebut, Yance kongres tidak memberikan ke kong Winarto Kongres.

“Tiap tahun itu Rp 1 miliar dari pembagian hasil saya dapatkan namun di 2014, Yance Kongres tidak mau memberikan pembagian hasil tersebut, dia (Yance kongres, red) ingin mengmbil semuanya,” ujar Kong Winarto Kongres saat di hubungi anoatimes.id, Kamis (30/11/2017).

“Dan itu terjadi selama tiga tahun berikutnya. Dan kerugian saya mencapai miliaran rupiah, terlebih lagi kapal yang dititip dia (Yance Kongres, red) buatkan akta jual beli,” katanya.

Alhasil, Kong Winarto Kongres melaporkan perkara tersebut ke pihak berwajib, Yance kongres pun di ancam pasal 266 dan 378 dimana ancaman kurungan minimal 4 tahun.

“Saya harap terdakwa dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Sampai saat ini, terdakwa belum pernah menunjukan etikad baiknya, untuk menyelesaikan persoalan ini dengan baik,” tuturnya.

Dalam persidangan, JPU hanya menuntun terdakwa Yance Kongres 8 bulan. Tuntutan tersebut tentu berbeda jauh dari ancaman yang pasal yang dikenakan pada terdakwa.

Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkey yang ditemui anoatimes.id di ruang kerjanya menjelaskan alasan JPU menuntut 8 bulan ialah karena beberapa faktor dan pertimbangan.

“Pertama, pertimbangannya terdakwa dan orang tua kandung terdakwa memohon agar

perkara jika terbukti, itu dituntut seringan ringannya; ke dua, antara terdakwa dan saksi korban masih saudara kandung atau kakak beradik; ke tiga, pihak terdakwa dan orang tua terdakwa akan berusaha untuk melakukan upaya damai dengan korban supaya tidak ada tindakan seakan akan memececah belah keluarga,” jelas Janes.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •