Terus Merugi, PDAM Wakatobi Wacanakan Naikan Tarif

oleh
Direktur PDAM Kabupaten Wakatobi, Subardin Bau

ANOATIMES.ID, WAKATOBI – Dua tahun berturut – turut sejak 2017 hingga 2018 lalu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Wakatobi terus mengalami kerugian. Nilanya fantastis hingga miliaran rupiah.

“Dari jumlah pelanggan sekitar tujuh ribu, di tahun 2017 PDAM mengalami kerugian sekitar Rp 1 milyar dan di tahun 2018 sekitar Rp 2 milyar,” kata Direktur PDAM Wakatobi, Subardin Bau kepada awak media saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (10/7/2019).

Meruginnya PDAM, membuat Subardin Bau harus berfikir keras untuk dapat menstabilkan keuangan PDAM, terlintas wacana akan menaikan tarif pelanggan dari rata-rata Rp 25.000 per bulan menjadi Rp. 50.000 perbulannya.

“Kalau kita mau PDAM kita sehat ya harus mandiri, caranya kita harus naikan tarif kalau kita sepakat,” tuturnya.

Subardin menceritakan sejak berdirinya PDAM
tarif pelanggan belum berubah yakni Rp 3.500 per kubik untuk umum, sementara untuk masyarakat ekonomi paling rendah Rp. 1.500, untuk masyarakat ekonomi sedang Rp. 2.500 dan Rp. 13.000 untuk khusus perkubiknya.

Solusi menaikan tarif menurut Subardin Bau hal yang tepat, sebab PDAM akan terus Merugi bila harga tarif masih seperti semula, walaupun pemerintah sudah menyertakan modal.

“Penyertaan modal pemerintah tahun 2017 Rp 2.620.782.650 milyar dan 2018 Rp 1.278.600.000 pada tahun 2018, namun PDAM tetap merugi,” tambahnya.

Tahun 2019 ini, pemerintah kembali menyertakan modal sebesar Rp 250 juta namun belum diterima PDAM,.

“Meskipun ada pernyataan modal dari pemerintah, kerugian PDAM terus terjadi karena disebabkan karena tingginya biaya operasional dan permasalahan tekhnis yang sering mengalami kerusakan,” tutupnya.

Laporan : Syaiful