Tie Saranani: Senin, Saya Ajukan Gelar Perkara ke Polda Sultra

oleh -110 views
Tie Saranani Foto : Facebook Tie Saranani
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Penetapan tersangka kepada dirinya oleh Penyidik Subdit II Eksus Ditreskrimsus Polda Sultra atas pelaporan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Prof Muhammad Zamrun tidak membuat Titing Suryana Saranani alais Tie Saranani ciut.

Tie Saranani bahkan menilai penyidik terlalu terburu-buru dalam menetapkan dirinya sebagai tersangka, sebab Tie Saranani mengaku, penyidik belum memeriksa secara detail kepada dirinya.

“Menurut saya terburu-buru, saat itu baru dua pertanyaan, terus pulang karena buka puasa, setelah pulang saya sudah tersangka,” ujar Tie Saranani via seluler, Sabtu (2/6).

Namun, Tie mengatakan itu merupakan hak Polda Sultra, untuk itu, rencananya Senin (4/6) dirinya akan mengajukan gelar perkara untuk membuktikan apakah Prof Zamrun plagiat atau tidak.

“Tadinya sih mau lapor balik, setelah ada pertimbangan pengacara saya, kita minta gelar perkara, karena penetapan tersangka kita bisa lihat apa betul dia (Prof Zamrun, red) plagiat atau tidak,” katanya.

Nantinya, dalam gelar perkara Tie Saranani akan mengundang Ombudsman RI, dan Tiga Puluh Guru Besar untuk hadir dan juga seorang ahli bahasa.

“Saya akan undang Ombudsman, karena sumber saya mengatakan plagiat berdasarkan pemberitaan, kemudian 30 guru besar, Ketuanya saja Pak Prof Aslan dan dia (Prof Aslan, red) bersedia,” tuturnya.

Tidak sampai disitu, Tie Saranani juga akan ke DPR RI dengan membawa berkas, untuk meminta DPR RI menghearing Kementrian Pedidikan Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) terkait dugaan plagiat Prof Muhammad Zamrun.

“Saya sudah komunikasi dengan salah satu unsur pimpinan DPR RI dan kebetulan teman juga, untuk menjembatani Komisi X melakukan hearing Kemenristek Dikti menyangkut tidak tuntasnya ini kasus (dugaan plagiat), saya kan jadi korban disini, kami cuman ngomong-ngomong kok jadi korban padahal mereka yang tidak tuntas menyelesaikan,” keluhnya.

“Saya ini korban, adapun mugkin bahasaku nyeleneh, tapi itukan karena ada unsur bahasa yang mereka munculkan, jadi kita bisa plesetkan, bilang ijasah karena dari desertasi, kalau saya bilang desertasi terlalu berat dimasyarakat, maksud saya itulah Jurnal,” paparnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •