Tiga Dosen UHO Berdayakan Kelompok Tani Wanita di Konda

oleh -105 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES. ID, KENDARI – Tiga dosen muda Universitas Halu Oleo (UHO) memberdayakan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani wanita di Desa Lawoila, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Tiga dosen muda tersebut Hijria, S.Si., M.P (Ketua), Eka Febrianti S.Si., M.P (Anggota), Wd. Nanang Trisna Dewi S.Si., M.Si (Anggota), dan diikuti dua orang mahasiswa.

Pemberdayaan tersebut
melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul PKM Kelompok Wanita Tani Hortikultura Pengolahan Vegetasi Sekunder, Kotoran Sapi, dan Limbah Organik Rumah Tangga dengan Metode Takakura Plus pada Sistem Intercropping.

Sebelumnya, wanita tani di Desa Lawoila tersebut mengolah lahan secara konvensional dan menggunakan input kimia (pupuk dan pestisida) yang berlebihan dengan asumsi dapat meningkatkan produksi, menekan serangan hama serta penyakit tanaman.
Padahal, cara itu dapat mengganggu keseimbangan lingkungan, akhirnya menyebabkan semakin menurunnya produktivitas lahan.

Ketua PKM, Hijria SSi MP mengatakan, Kecamatan Konda memiliki potensi luas lahan pengembangan komoditas hortikultura, khususnya sayuran. Apalagi tanaman hortikultura memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Hijria mengatakan, tingkat permintaan terhadap komoditas ini cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Ditambah potensi pasar terbuka lebar, tapi permintaan yang terus meningkat tidak didukung dengan peningkatan produksi.
Karena, sambung Hijria, manakala teknik budidaya masyarakat masih kurang memadai dan lahan yang digunakan didominasi tanah marginal, maka perlu segera ditangani agar produktivitasnya meningkat.

“Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kita akan memberikan input teknologi inovatif hasil penelitian dari Perguruan Tinggi (PT) berupa Bioteknologi pemupukan yang memanfaatkan sumber-sumber daya lokal dan limbah organik rumah tangga dengan Metode Takakura Plus pada Sistem Intercropping,” ujarnya, Jumat (12/6).

Hijria menyebutkan, teknologi inovatif tersebut dapat meningkatkan ketersediaan produk pertanian (hortikultura), meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, kesuburan tanah, serta ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman.

Tetapi, inovasi ini akan sia-sia jika tidak dikelola dengan baik dan diinformasikan kepada pengguna. “PKM ini sangat tepat untuk mendiseminasikan bioteknologi inovatif tersebut agar dapat diadopsi masyarakat secara luas di Desa Lawoila dalam usaha taninya, karena dapat menekan, menyeimbangkan kembali kondisi fisik, biologi dan kimia tanah yang mutlak diperlukan,” ucapnya.

Ia berharap, PKM ini dapat tersosialisasi dengan baik, sehingga kelompok tani wanita di lokasi sasaran dapat Hb mengadopsi input teknologi inovatif yang ramah lingkungan dengan sistem intercropping ini.

Laporan : Rizky

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •