Tiga Ratusan Personil Polisi Disiagakan di Konkep, Kawal Rencana Aksi Masyarakat

oleh -96 views
Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi SIK
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Polres Kendari menyiagakan sekitar 300-san personilnya di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Ratusan personil tersebut disiagakan untuk mengawal rencana aksi yang bakal dilaksanakan masyarakat Konkep di Kantor DPRD Konkep pada Selasa (18/12) besok.

Rencana aksi tersebut merupakan yang kesekian kalinya yang dilakukan masyarakat sebagai respon dari hadirnya perusahaan pertambangan di Pulau Kelapa itu. Terlebih lagi, salah satu perusahaan yang memiliki IUP di Pulau Kelapa itu yakni PT Gema Kreasi Perdana (GKP) dikabarkan bakal memulai aktivitas pertambangan.

Baca Juga : PT GKP Masukan Alat Berat, Mahasiswa Konkep: DPRD Hanya Beri Janji Politik

Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi saat dikonfirmasi anoatimes.id, via seluler membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima pemberitahuan rencana aksi yang bakal dilakukan masyarakat Konkep. Namun pihak Polres Kendari tidak memberikan izin.

“Aksi inikan kami tidak izinkan, memang ada pemberitahuan, mereka kan minta untuk tambang itu dihentikan dari DPR, tapi kan semua itu sudah keluar perizinannya, dan itu kewenangan pusat, bukan lagi pemda,” kata AKBP Jemi Junaidi, Senin (17/12).

AKBP Jemi Junaidi menambahkan dengan mempertimbangkan hal-hal yang kemungkinan dapat terjadi saat aksi, Polres Kendari memutuskan untuk tidak memberikan izin terhadap rencana aksi masyarakat Konkep. Namun, kata polisi dengan dua melati di pundaknya itu, Polres Kendari tetap mempersilahkan kepada masyarakat untuk melakukan aksi, dengan catatan aksi damai dan tidak anarkis.

“Kenapa kami tidak buatkan izin karena itu tadi, ya kita mengkhawatirkan terjadi sesuatu saja dan kalau terjadi sesuatu ya mereka terima resiko,” katanya.

“Apabila anarkis tentu ada proses hukum yang mereka terima. Kami berusaha mencoba untuk menetralisir jangan sampai terjadi,” tuturnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •