Tim 7 Jokowi Centre Dikukuhkan, Siap Kerja Angkat Dua Isu Ini

oleh -119 views
Pengukuhan Tim 7 Jokowi Centre Sultra. Usai pengukuhan tampak tim 7 dan pembina tim 7 jokowi centre pusat, Mulyono bergandengan tangan. Foto : Andika anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Tim 7 Jokowi Centre Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), (Minggu, 23/9) dikukuhkan. Pengukuhan Tim 7 Jokowi Centre langsung dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina Jokowi Centre Pusat, Mulyono di Kendari.

Usai dikukuhkan, Tim 7 Jokowi Centre langsung segera bekerja dengan untuk saat ini mengangkat dua isu yang menjadi persoalan warga Sultra dan Kota Kendari, yakni Persoalan Nelayan di Teluk Kendari, dan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Ketua Tim 7 Jokowi Centre Sultra, Erawan Asman kepada sejumlah media mengatakan sebelumnya telah dilakuka identifikasi persoalan-persoalan apa yang saat ini tengah terjadi di masyrakat khususnya mengenai program nawacita Jokowi.

Baca Juga : GK Sultra Target 85 Persen Kemenangan Jokowi-Ma”Ruf

“Sebelum pengukuhan tim 7 Jokowi Centre Sultra, kita sudah turun di lapangan mencari tahu apa permasalahan dihadapi masyarakat. Ternyata di lapangan, kita temukan teman-teman nelayan punya masalah sangat penting perlu kita bantu,” ungkap Erawan Asman. di sela-sela pengukuhan Tim 7 Jokowi Centre.

Ia menerangkan, persoalan terhadap nelayan diakibatkan oleh tiga hal, yaitu para nelayan belum paham tata cara mengurus perizinan menangkap ikan, kinerja birokrasi yang lamban dan ada indikasi oknum-oknum bermain dalam urusan izin tersebut.

“Setelah kita sudah identifikasi permasalahan diatas, dalam waktu dekat akan datangkan staf ahli dari kementerian kelautan perikanan memberi pembinaan pada nelayan,” terangnya.

Sedangkan mengenai isu tenaga kerja asing (TKA) asal China bekerja di Sultra. Ia mengatakan, masalah TKA akan jadi fokus kerja mereka berikutnya.

“Apa benar di Sultra ada banyak TKA. Ini kita nanti indentifikasi,” ujarnya

Erawan menilai, isu TKA China terlalu dibesar-besarkan, karena dari indentifikasi tim kami ada sekitar 2000 sampai 3000 TKA, tidak sampai puluham ribu seperti yang tersebar selama ini.

“Hasil indetifikasi, mereka didatangkannya oleh investor China karena mereka kesulitan bahasa ketika perkejakan tenaga lokal, mau tidak mau TKA perlu didatangkan,” tuturnya.

Laporan : Jayusman
Editor : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •