Tim Rusda – Sjafei : Najib Husein Keliru

oleh -128 views
Direktur Litbang Sultra Cepat, Anci
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Tim pemenangan pasangan Rusda Mahmud – Sjafei Kahar angkat bicara terkait penilaian salah satu pengamat politik Kota Kendari, Najib Husein yang mengatakan peluang Rusda Mahmud – Sjafei Kahar sudah tertutup.

Melalui Direktur Litbang Sultra Cepat, Anci mengungkapkan penilaian yang dibangun oleh Najib Husein tidak mendasar pada data dan fakta, dimana pada salah satu media cetak lokal Najib Husein mengatakan peluang pasangan Rusda Mahmud – Sjafei Kahar dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang sudah tertutup.

Baca Juga : Pekan Ini, Rusda-Syafei Terima 3 Rekomendasi Partai

“Bagaimana seorang pengamat menilai seperti itu, apa dasarnya ia (Najib Husein) mengatakan peluang Rusda – Sjafei sudah tertutup,” tegas Anci kepada anoatimes.id, Kamis (9/11/2017) saat di temui di posko pemenangan Rusda-Sjafei di Kendari.

Menurut, Anci penilaian Najib Husein terlalu terburu-buru yang mengakibatkan dirinya keliru dalam membaca peta politik sehingga memberikan penilaian bahwa peluang Rusda-Sjafei sudah tertutup.

“Sebagian partai memang sudah mengeluarkan keputusan dukungan, namun belum semua sebab masih ada beberapa parti yang sampai saat ini belum menentukan dan mengeluarkan sk keputusan dukungan terhadap calon Gubernur,” ungkapnya.

“Jadi dari mana dasar penilainnya mengatakan peluang Rusda-Sjafei sudah tertutup. Penilaian semacam itu apabila semua partai sudah mengeluarkan keputusan dukungan dan sudah di bawa ke KPU oleh Calon Gubernur,” tuturnya.

Untuk diketahui, lanjut Anci mengungkapkan karakteristik Rusda Mahmud dalam berpolitik agak berbeda dengan figur lain.

Baca Juga : Bertemu AHY, Rusda Bicarakan Pilgub Sultra

“Beliau (Rusda Mahmud, red) tipe orang yang tidak suka mengklaim dan menciptakan persepsi bias. Saat semua sudah pasti barulah beliau mengumukan tanpa harus melangkahi prosesi yang telah ditentukan oleh partai yg memiliki hak mutlak untuk itu. Inilah contoh edukasi politik yg sehat dan bermartabat,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Anci menambahkan gaya politik Rusda Mahmud ialah tidak suka mengklam partai seperti figur lain. Pergerakan Rusda Mahmud dalam mempersiapkan sistem dan struktur yang dikawal oleh tim pemenangan, relawan dan partisipan justru sebagai bukti kesungguhan dan kepastian Rusda Mahmud dalam berkontestasi.

“Akan tetapi adem ayemnya Rusda Mahmud dalam urusan klaim-mengklaim jangan di salah artikan sebagai bentuk pesimisme. Kontestasi politik yang sehat, santun dan edukatif tentunya menjadi asas pergerakan politik Sulta Cepat,” jelasnya.

“Sekarang masyarakat silahkan baca dan pelajari serta simpulkan bagaimana pergerakan dan kesiapan sistem pendukung realisasi Sultra Cepat?  Pantaskah itu diangap sebagai pesimisme?, ” tuturnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •