Tingkatkan Hasil Panen Jagung di Sultra, Gempita dan PT Charoen Pokphand Indonesia Edukasi Petani

oleh -199 views
Seminar penanganan jagung pasca panen yang diselenggarakan PT Charoen Pokphand Indonesia TBk bersama Gempita Sultra. Foto : Awi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan salah satu daerah dengan angka produksi jagung yang tinggi. Walaupun angka hasil panen jagung terbilang tinggi, namun pengetahuan para petani akan penanganan jagung pasca panen masih minim.

Kordinator Wilayah (Korwil) Gempita Sultra, Rustam mengatakan pengetahuan para petani dalam hal memberikan perlakuan terhadap jagung saat di panen masih kurang. Untuk itu, Gempita bekerja sama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia menggelar seminar dengan tema “Seminar Jagung Penanganan Pasca Panen Bersama meningkatkan Hasil Panen Jagung” yang dilaksanakan di Kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sultra, Selasa (20/2/2018) kemarin.

“Selain harga yang menjadi persoalan di kalangan petani, juga bagaimana proses penanganan jagung pasca panen, bagaimana proses pengeringannya, sehingga hasil panen dapat maksimal,” ujar Rustam.

Sementara itu, General Manager (GM) dan GA PT Charoen Pokphand Indonesia, Baso Alim Bahri mengatakan seminar seperti ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan perusahaan di beberapa daerah di luar Sultra. Untuk Sultra, ini merupakan kali pertama PT Charoen Pokphand Idonesia masuk ke Sultra dan menggelar seminar penanganan jagung pasca panen.

“Ini juga merupakan bentuk dari CSR perusahaan kepada para petani. Kami memang bertempat di Kota Makassar namun karena kami peduli terhadap para petani, dan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan para petani maka kami menggelar seminar ini dengan bekerjasama dengan Gempita Sultra. Ini merupakan kali pertama kami di Sultra,” ujar Baso Alim Bahri.

Alim (sapaan akrab Baso Alim Bahri) menceritakan awalnya dirinya dan pengurus Gempita Sultra mengelar pertemuan membahas kondisi petani di Sultra, dan dari pembahasan itu rupanya para petani di Sultra masih minim akan pengetahuan penanganan jagung pasca panen.

“Penanganan jagung pasca panen, sangat penting, sebab bila perlakuannya kurang baik maka akan mengurangi mutu dari jagung tersebit, terkadang kadar air yang tinggi, munculnya jamur pada jagung dan unsur lainnya yang dapat menyebabkan penolakan pada pasar. Nha kalau begitu siapa yang rugi, tentu petani,” jelasnya.

“Tujuan utama kami menggelar seminar ini untuk mengedukasi petani agar mereka dapat memahami dan memberikan perlakauan dengan baik pada jagung pasca panen.

Untuk diketahui, seminar yang diselenggarakan PT Charoen Pokphand Indonesia dan Gempita mendapat antusias dari para kelompok tani, terbukti tercatat kelompok tani dari 11 Kabupaten ikut dalam seminar tersebut.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •