Tingkatkan Hasil Panen, Petani Kolaka Dilatih Sekolah Lapangan

oleh -105 views
Pelaksanan sekolah lapangan terhadap petani di Kolaka. Sekolah lapangan ini bertujuan untuk meningkatkan hasil panen petani. Foto : Istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KOLAKA – Puluhan Petani di Desa Wawo Tombili, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) dilatih tentang sekolah lapangan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kabupaten Kolaka, Minggu (2/8).

PPL Popalayah SPt, MSc mengatakan sekolah lapangan ini merupakan program dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.

Pada sekolah lapangan ini petani diberi materi tentang tatacara menanam, memilih bibit unggul serta cara menanam padi agar hasilnya lebih banyak dari sebelumnya.

“Melalui sekolah lapangan juga diharapkan para petani belajaran non formal untuk meningkat pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan,” kata Popalayah.

Sekolah Lapangan lanjut Popalayah, dipandang sebagai salah satu metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif, karena sangat cocok sebagai metode pembelajaran bagi orang dewasa (Andragogi) karena sifatnya yang tidak formal.

“Proses belajar dilakukan dilapangan dimana tersedia obyek nyata berupa tanaman cabe merah yang dijadikan materi pelajaran. Program sekolah lapang di Kecamatan Samaturu telah mencakup seluruh para petani dan petani sudah merasakan dampak dari program tersebut,” tuturnya.

Hal ini bisa dirasakan saat panen padi berlangsung, jika biasanya dalam satu hektare petani hanya memperoleh 2 ton gabah saat ini bisa mencapai empat ton gabah per musim per panen.

“Kami berharap kepada petani agar dari sekolah lapangan ini terus diterapkan saat melakukan proses penanaman hingga menjelang panen padi,” ungkap Popalayah.

Jika sebelumnya kata Popalayah, petani langsung melakukan penanaman padi tanpa mempertimbangan iklim atau cuaca, namun sejak menerima materi dari PPL para petani bisa membaca iklim atau cuaca dengan tujuan terhindar dari kerugian.

Laporan : Kaka

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •