Tingkatkan Parwisata Mubar, Disparbud Target Bangun 55 Homestay

oleh
La Ode Ali Kadirun

ANOATIMES.ID, MUBAR– Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Muna Barat (Mubar) Sulawesi Tenggara (Sultra) di tahun 2019 ini menargetkan pembangunan 55 homestay bagi wisatawan yang datang berkunjung di daerah ini.

Sebelumnya di tahun 2018 yang lalu, di Mubar sudah memiliki 8 homestay yang tersebar di tiga wilayah yakni 3 berada di Kelurahan Tiworo, 3 di Kelurahan Waumere Kecamatan Tikep dan 2 di Desa Pulau Tiga.

Kepala Disparbud Mubar, La Ode Ali Kadirun mengatakan dalam meningkatkan sektor wisata Kabupaten Mubar, tahun ini pihaknya akan membangun 55 unit homestay. Lokasi pembangunan homestay tersebut dibangun di semua potensi wisata seperti pantai Pajala, pulau Indo, permandian Wakante, benteng Tiworo dan lainnya.

“Insya Allah target kita tahun ini menyiapkan 55 homestay. Di Mubar ini masih minim penginapan atau hotel, untuk itu kita menggenjot rumah-rumah masyarakat untuk dijadikan sarana tempat istrahat bagi wisatawan yang berkunjung di daerah ini,” kata La Ode Kadirun saat ditemui dikantornya, Selasa (7/5/2019).

Kata dia, beberapa waktu lalu, pihaknya juga sudah melakukan pelatihan manajemen homestay dan sasaran utama dari pelatihan itu, bagaimana masyarakat diarahkan untuk bisa melayani tamu dengan sebijak mungkin, penuh etika. Sehingga, wisatawan yang datang menginap di tempat itu mesara nyaman, aman dan tentunya tidak merasa bosan.

“Jadi masyarakat cukup menyediakan kamar khusus bagi wisatawan di dalam rumah, jadi tidak perlu membangun seperti model penginapan atau hotel. Yang terpenting kebersihan rumah dan kenyamanan tamu dapat terjaga,” tuturnya.

Menurutnya, bisnis pariwisata dalam skala homestay sangat menjanjikan, sehingga diharapkan dapat menggenjot perekonomian masyarakat lokal yang berada di sekitar potensi wisata. Lanjut dia, dirinya menyebut hal ini juga sejalan dengan program Kementerian Pariwisata, yang mendorong penyediaan homestay di desa-desa wisata.

“Kita harapkan bagaimana masyarakat yang ada di desa wisata menjadi pelaku-pelaku usaha kepariwisataan. Bukan hanya homestay yang ada di Mubar, tetapi juga kita siapkan kuline, pertunjukan kebudayaan seperti perkelahian kuda dan lainnya,” ungkapnya.

 

Laporan : Kardono