Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Mubar Targetkan 7 Puskesmas Terakreditas

oleh
Kepala Dinas Kesehatan Muna Barat, LM Ishar Masiala

ANOATIMES. ID, MUBAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan tahun 2019 ini, tujuh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) akan terakreditasi.

Sekretaris Dinkes Mubar, LM Ishar Masiala mengatakan pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional. Untuk tercapainya tujuan pembangunan kesehatan tersebut, pihaknya menargetkan akreditasi tujuh puskesmas pada tahun 2019 ini.

“Insyaallah bulan November 2019 ini, tujuh puskemas akan terakreditasi. Untuk tujuh puskesmas yang akan terakreditasi yakni puskesmas Guali, Kampubalano, Lawa, Tikep, Maginti, Tiworo Selatan dan puskesmas Tondasi,” kata LM Ishar Masiala dikantornya, Rabu (17/7/2019).

Menurutnya, akreditasi puskesmas merupakan suatu upaya untuk menilai apakah sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan upaya pokok sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. Lanjut dia, agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal perlu dikelola dengan baik, baik kinerja pelayanan, proses pelayanan, maupun sumber daya yang digunakan.

“Sekarang ke tujuh puskesmas ini masih dalam proses pembenahan. Kita juga sudah melakukan pendampingan secara intens kepada puskesmas yang akan di akreditasi. Kita juga memberikan pemahaman terkait penilaian akreditasi ini,” tuturnya.

Kata Ishar, pihaknya menghimbau kepada seluruh puskesmas untuk menyiapkan administrasi, uapaya kesehatan perorwngan (UKP), uapaya kesehatan masyarakat (UKM) dan fisik bangunan. Tentunya, penilaian akreditasi ini mengacu pada Permenkes Nomor 75 tentang akreditasi puskesmas.

“Kita terus mendampingi mereka, karena ada beberapa item kegiatan puskesmas yang belum dipahami. Untuk itu, kita lakukan pendampingan sampai selesai penilaian, karena kalau tidak lulus maka akan berpengaruh pada pelayanan kesehatan di daerah tersebut,” jelasnya.

“Jadi kalau puskesmas tidak lulus akreditasi, maka puskesmas tersebut akan ditutup dan tidak lagi melayani pasien,” tambahnya.

Untuk itu, dirinya berharap dengan di akretidasnya tujuh puskesmas ini, puskesmas dapat melayani pasien sesua standar pelayanan yang sesuai dengan Permenkes. Selian itu, fasilitas, dokter dan tenaga perawat minimal harus lengkap.

Sebelumnya, tahun 2018 yang lalu, Enam Puskesmas di Kabupaten Muna Barat (Mubar), yakni lima puskesmas yang mendapatkan akreditas dasar (bintang satu) yakni Puskesmas Barangka, Sidamangura, Lailangga, Pajala, dan Kombikuno. Sedangkan akreditasi madya diraih Puskesmas Marobea.

Laporan : Dery