Truk Tambang Bebas Melintas, DPRD Kota Kendari Minta Pemerintah Tegas

0
121
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari Muhammad Ali

ANOATIMES.ID, KENDARI – Aktivitas truk-truk dari perusahan pertambangan yang melintasi jalan di wilayah Kota Kendari dinilai turut andil dalam rusaknya beberapa ruas jalan yang ada di dalam Kota Kendari. Untuk itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari meminta kepada pemerintah untuk dapat segera bertindak.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari, Muhammad Ali mengatakan berdasarkan undang-undang minerba seharusnya perusahaan tambang membuat sendiri jalan dan pelabuhan untuk mengirimkan ore. Namun, pada kenyataannya truk-truk tambang dari luar Kota Kendari sudah ada yang beroperasi melintasi jalan kota.

Baca Juga : Musisi Kendari Galang Dana Untuk Korban Bencana Alam di Sulteng

“Namun pemkot berbaik hati, mereka (perusahan pertambangan) menggunakan akses jalan kita, tapi sebelumnya minta izin dululah sama pemkot,” kata Muhammad Ali, Selasa (2/10) saat di temui di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Lanjut, Muhammad Ali menjelaskan selama ini perusahaan-perusahaan tambang dalam mengirim ore nikel dengan menggunakan jalan di dalam kota Kendari, dan tidak pernah berkoordinasi bahkan tidak meminta izin pada pemkot.

“Saran saya sebaiknya pemkot Kendari tegas melarang mereka (perusahaan tambang) memakai jalan di kota Kendari. Mereka jangan dulu melintas sebelum ada kesepakatan dengan pemkot,” katanya.

Dirinya menilai kendaraan truk bermuatan ore dan bertonase berat yang tiap malam melintas telah membuat beberapa ruas jalan rusak dan berdebu. Akibatnya, kata Muhammad Ali, kerusakan infrastruktur jalan dapat mengundang persepsi masyarakat kepada DPRD dan Pemkot tidak becus mengurus jalan.

“Mari perusahaan tambang duduk bersama dengan pemkot. Kontribusi apa yang akan diberikan mereka pada pemkot, jangan seenaknya pakai jalan terus pemkot cuma dapat jalan rusak,” sarannya.

Laporan : Jayusman
Editor : Awi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here