Tujuh ASN Pemda Wakatobi Direkomendasikan ke KASN, Begini Tanggapan Wakil Bupati

oleh
Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud
  • 55
    Shares

ANOATIMES.ID, WAKATOBI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wakatobi telah merekomendasikan 5 ASN Pemerintah daerah Wakatobi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), dalam waktu dekat pula Bawaslu juga akan kembali merekomendasikan 2 ASN ke KASN.

Ke tujuh ASN yang di duga tidak netral ialah Dedi fauzi (Pol PP), Adnan sarif (staf Dinas PU dan Tata Ruang), Rudin, La Hamu dan Yusuf, Wa Ode Masrini (Pegawai UPTD Dinkes Kaledepa Induk), Samsul Bahri (Kadis Pengelolaan pajak dan Retribusi Daerah), dan Harianto B (pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Wakatobi).

Menyikapi itu, Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud mengungkapkan dirinya sudah menyampaikan beberapa kali kepada pegawai di Wakatobi untuk tidak terlibat maupun melibatkan diri dalam politik praktis, sebab konsekwensinya kepada yang bersangkutan.

“Saya menyampaikan hal ini bukan hanya satu kali saya sering menyampaikan pada saat memimpin apel dan pada beberapa kali pertemuan dan menghimbau kepada ASN kita supaya tidak terlibat atau melibatkan diri dalam politik praktis, karena dampaknya nanti kepada masing-masing pribadi baik secara konsekuensi hukum maupun di luar hukum,” ungkap Wakil Bupati Wakatobi Ilmiati Daud saat diwawancarai dikediamanya, Kamis (21/3).

Ilmiati Daud menjelaskan seorang ASN meskipun tidak terlibat dalam politik praktis, masih tetap memiliki hak suara pada hari pemilihan, untuk tidak perlu mengambil resiko melanggar kode etik dan asas netralitas ASN dalam pemilu, yang diatur dalam Undang-undang.

Menurutnya, bagi ASN yang ingin berpolitik praktis harus siap dengan segala resiko. Ia mencohtohkan ketika memilih terjun dalam dunia politik, ia harus mengundurkan diri dari ASN.

“Kecuali dia siap dengan segala resiko, karena memang ada banyak pilihan-pilihan yang harus kita hadapi, contoh seperti saya, ketika saya memilih ikut terjun dalam politik saya kan harus memilih, mau tetap sebagai ASN tapi tidak terjun dalam politik atau harus mundur sebagai ASN, nah itulah pilihan-pilihan yang sebenarnya diperhadapkan dan harus kita tahu sebagai ASN,” tuturnya.

Laporan : Syaiful