Tuntut Upah Layak, Puluhan Karyawan PT VDNI Berunjuk Rasa

oleh -9 views
Suasana aksi unjuk rasa puluhan karyawan PT VDNI yang menuntut upah layak dan pembayaran gaji over time
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONAWE – Puluhan karyawan perusahaan mega industri PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI)melakukan aksi unjuk rasa menuntut pengupahan layak oleh managemen PT VDNI. Tidak hanya itu, dalam aksi yang dilakukan di depan kantor PT VDNI, puluhan karyawan juga meminta hak-hak mereka yang belum dibayarkan oleh managemen PT VDNI.

Koordinator lapangan massa aksi, Suhaimin mengatakan dirinya dan puluhan rekannya berunjuk rasa untuk meminta pengupahan layak sesuai undang-undang yang berlaku, pihaknya juga meminta agar pihak PT VDNI membayarkan hak gaji over time karyawan yang hingga saat ini belum diberikan.

“Kami hanya menuntut agar upah over time kami dibayar sesuai undang-undang yang berlaku. Kami sudah diperbodohi oleh perusahan Virtue selama berbulan-bulan, ” ujar Suahaimin saat menggelar aksi unjuk rasa, Sabtu (28/4/2017).

Lanjut Suhaimin menjelaskan sewaktu dirinya dan puluhan rekan lainnya melakukan unjuk rasa, pihak PT VDNI sempat melarang beberapa karyawan untuk ikut berunjuk rasa. Tidak hanya itu, pihak PT VDNI juga terkesan mengadu domba antara pengunjuk rasa dengan masyarakat sekitar serta beberapa karyawan.

“Kami melalukan aksi damai. Namun sejumlah kariawan yang menyuarakan hak kariawan malah diadu dengan masyarakat setempat dan sejumlah kariawan yang menolak adanya demo yang akan menuntut Virtue Dragon Nikel Industri, ” katanya.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Suhaimin mengaku dirinya sempat mendapat tindakan kekerasan oleh massa yang dimobilisasi pihak perusahaan. Untungnya Suhaimin sempat melarikan diri ke pos keamanan security.

“Kita diadu dengan masyarakat setempat dan sejumlah kariawan. Saya sempat dipukuli namun cepat menyelamatkan diri ke pos security, bahkan polisi seakan-akan membiarkan begitu saja tanpa ada tindakan preventif dari pihak kepolisian saat pengaman”ucapnya.

Untuk itu, Suhaimin bakal melaporkan kejadian ini ke Polda Sultra.

“Sebenarnya para pekerja banyak yang mendukung aksi yang mereka lakukan, akan tetapi mereka tidak berani tampil untuk demo, karena takut akan diberikan sanksi hingga berujung pemecatan,” ungkap Suhaimin.

Laporan : Fitrah Mubaraq

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •