Unras Berujung Ricuh di Morosi, Polisi Cari Pembawa Busur

oleh -117 views
Sejumlah busur yang ditemukan pasca kericuhan di Morosi. Foto : Istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONAWE – Pada 29 Januari 2020 lalu, Konsorsium Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu bersama sejumlah Karyawan PT Andalniaga Boemih Energy (ABE) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Konawe Putra Propertindo (KPP) yang letaknya berdampingan dengan pabrik PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Massa aksi meminta agar PT KPP segera melunasi tunggakan pembayaran pekerjaan pembangunan Jalan Hauling yang dikerjakan oleh PT Andalniaga Boemih Energy (ABE). PT KPP merupakan perusahaan yang dipercaya PT VDNI untuk membangun Jalan Hauling. Aksi unjuk rasa semula berjalan damai, namun beberapa saat kemudian menjadi ricuh.

Kericuhan di picu saat massa yang semula berunjuk rasa di depan kantor KPP kemudian bergerak menuju Jalan Hauling yang dibangun oleh PT ABE kala itu. Akibatnya aktivitas PT VDNI terganggu dan sejumlah karyawan tidak dapat menjalankan aktivitas pekerjaannya. Tidak lama kemudian suasana semakin memanas hingga terjadi aksi saling lempar antara beberapa karyawan PT VDNI dan massa aksi.

Beruntung pihak keamanan TNI-Polri yang berada di lokasi dapat mencegah dan meredam kericuhan untuk tidak meluas. Mirisnya, aparat keamanan mendapatkan sejumlah busur pasca terjadinya kericuhan.

Kapolres Konawe, AKBP Susilo yang coba di konfirmasi via seluler belum dapat terhubung. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Muhammad Nur Akbar yang dikonfirmasi membenarkan adanya temuan sejumlah busur pasca kericuhan terjadi.

“Informasi dari anggota (personil polres Konawe) busur memang ditemukan, dan ada yang melayang (busur). Namun pelaku masih belum ada yang diamankan,” ujar AKBP Muhammad Nur Akbar, Sabtu (1/2/2020) malam.

Sejumlah senjata tajam yang diamankan usai kericuhan terjadi. Foto : Istimewa

Muhammad Nur Akbar menjelaskan sejauh ini pihak kepolisian belum dapat mengidentifikasi siapa pemilik dan pembawa busur – busur yang telah diamankan di Polres Konawe. Namun, pihak polisian tetap akan menelusuri pemilik dan pembawa busur tersebut.

“Barang bukti sudah kita amankan. Busur belum di tahu dari pihak siapa. Polisi masih melakukan penyelidikan. Tapi kita fokus bagaimana menyelesaikan masalah pokok persoalan itu,” ujar Mantan Kapolres Konawe itu.

Sementara itu, seorang warga Muhammad Odon mengatakan saat kejadian masyarakat sekitar menjadi resah dan ketakutan apalagi saat kejadian ada ditemukan busur. “Masyarakat disini resah pak. Penjual saja yang di dekat pintu masuk PT VDNI ketakutan jangan sampai terkena busur dan batu,” ujarnya.

Muhammad Odon menambahkan seharusnya massa aksi berunjuk rasa di kantor KPP dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan alternatif menuju Kabupaten Konawe Utara. “kantor PT KPP yang itu sudah tidak ada aktivitas perkantoran. Masyarakat disini juga mencari keberadaan PT KPP, sebab PT KPP masih memiliki tanggung jawab kepada sejumlah sertifikat masyarakat belum dikembalikan ke masyarakat. Kalau masih ada di sini kantor PT KPP pasti masyarakat sini yang lebih dulu mendatangi kantor KPP,” tambahnya.

Dirinya berharap agar ketika ada aksi unjuk rasa agar dapat berjalan dengan baik dan damai, sehingga tidak ada yang dirugikan. “Kami berharap agar kejadian kericuhan tidak terjadi lagi, dan pihak keamanan dapat menjaga situasi ketika ada aksi – aksi ke depannya,” harapnya.

PT VDNI : Karyawan Kami Tidak Membawa Busur

Menyikapi temuan beberapa busur yang telah diamankan pihak kepolisian, Deputy Eksternal PT VDNI A Khairil Widjan mengatakan saat kejadian sejumlah aktivitas perusahaan menjadi terganggu dan beberapa karyawan tidak dapat melaksanakan pekerjaannya. “Sejumlah karyawan kami hanya bereaksi terhadap massa aksi karena tidak dapat melakukan aktivitas pekerjaan mereka. Dan saya tergaskan tidak ada karyawan kami yang membawa busur,” tegas A Khairil Widjan.

Sementara itu, pihak PT ABE melalui humasnya Rinto yang dikonfirmasi anoatimes.id belum dapat memberikan keterangan. “Maaf dinda saat ini saya belum bisa berikan keterangan apa-apa, sebelum dapat arahan dari pimpinan,” ujar Rinto via seluler, Sabtu (1/2/2020) malam.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •