Usai ke PDAM, KPK Kembali Datangi PU Kendari

oleh -37 views
Utusan KPK saat memasuki ruang rapat PU Kendari.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI sekitar pukul 12.20 Wita mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari, karena Kepala Dinas (Kadis) PU Kendari, Faisal tidak berada di tempat, utusan KPK RI yang berjumlah tiga orang hanya diterima oleh Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya ,Yohanes Tulak. Selang beberapa menit, utusan KPK lalu bergerak ke Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kendari.

Di Kantor PDAM Kendari, sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terlihat masuk kedalam ruang rapat Kantor PDAM.

Diantaranya mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Fatmawati dan dan Kepala BPKAD, Susanti.

Usai bertemu dengan sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemkot Kendari di Kantor PDAM, utusan KPK tersebut, kembali lagi ke Kantor PU Kendari.

Pukul 15.30 Wita, utusan KPK bersama Sekertaris PU, Rusdin Jaya memasuki ruang rapat. Tak lama kemudian, Kabid Cipta Karya, Yohanes Tulak juga terlihat memasuki ruang rapat PU Kendari.

Hanya beberapa menit berada di ruang rapat, utusan KPK dan Rusdin Jaya serta Yohanes Tulak terlihat keluar dari ruang rapat tersebut.

Tiga utusan KPKpun langsung meninggalkan Kantor PU dengan mengendarai sebuah mobil Avansa Silver bernomor polisi DT 1045 BA.

Utusan KPK meninggalkan PU Kendari

Sementara itu, Rusdin Jaya mengatakan kedatangan utusan KPK mempertanyakan dana penyertaan modal ke PDAM tahun 2011 bernilai di atas Rp 3 miliar

“Soal penyertaan modal ke PDAM sebesar Rp 3 miliar lebih,” ungkapnya.

Identitas tiga orang yang mengaku KPK diragukan

Sekertaris PU Kendari, Rusdin Jaya mengatakan dirinya menduga tiga orang yang mengaku sebagai utusan dari KPK itu bukanlah berasal dari lembaga anti rasua RI.

“Biasanyakan ada prosedurnya kalau KPK, ini langsung ke Objek. Kalau yang kami pahami biasanyakan ada koordinasi dengan Polisi atau Kejaksaan terkait laporan masyarakat yang mereka terima, dan ini langsung ke SKPD. Dan saya lihat tadi kop Garudanya, garuda kuning biasa, setahu saya kalau Lembaga Tinggi Negara punya logo khas, Garuda Emas,” jelasnya.

Lanjut, Rusdin Jaya mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan keaslian identitas tiga orang tersebut yang mengaku dari KPK RI.

“Kita kordinasi dengan kepolisian untuk memastikan keaslian mereka. Tadi saya tanya prosedurnya, kami legowo membantu memberikan informasi, hanya kan kalau berkaca penegak hukum dari kepolisian dan kejaksaan biasanya menyurat sebelum berkunjung meminta klarifikasi. Ini tidak ada, tiba-tiba datang dengan orangnya seakan-akan kaya perjalanan dinas biasa. Untuk sementara kami ragukan (identitas mereka),” ungkapnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •