Visi Misi Balon Gubernur, Demokrat Libatkan Akademisi

oleh -48 views
Ketua DPD Partai Demokrat Sultra, Muhammad Endang SA.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap konsisten pada tahapan penjaringan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Dalam rangka menghadapi penyampaian visi-misi bakal calon (Balon) Gubernur Sultra, DPD Partai Demokrat Sultra menghadirkan akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) di Sultra.

“Demokrat undang akademisi untuk meminta masukan dengan rencana pendalamann visi-misi Balon Gubernur Sultra periode 2018-2023 yang lewat pintu Partai Demokrat,” ujar Ketua DPD Demokrat Sultra, Muhammad Enang, Sabtu (15/07/2017).

Menurutnya, untuk menformulasi perencanaan model debat didiskusikan hingga 3 jam bersama unsur pimpinan DPD Demokrat bersama 8 akademisi.

“Hasilnya, para kandidiat bisa menyepakati komitmen anti politik uang itu sangat penting bagi para calon,” katanya.

Ada 4 tema utama yang sudah disiapkan oleh pihak panitia bersama akademisi untuk para Balon Cagub yang siap lewat menggunakan Partai Demokrat.

“Temanya itu adalah tata kelolala pemerintahan, kesejahteraan rakyat, kemakmuran rakyat dan infrastruktur. Inilah yang menjadi 4 tema besar yang sudah dilahirkan,” jelas Endang.

Dalam penyampainnya, Akan dibagi 4 zona yakni mulai dari Kota Kendari, Kabupaten Muna, Kabupaten Kolaka dan Kota Bau-Bau.

Endang juga membeberkan untuk model debatnya akan ada fokus pada konteks visi dan misi yang menjadi andalan tiap calon.

“Insya Allah kita rencanakan penyampaian visi-misi kalau bukan akhir Juli atau awal Agustus. Kita ingingkan melalui visi-misi, masyarakat dari memilih dari kualitas calon. Biarkan gagasan yang bicara,” ugkap Mantan Wakil DPRD Sultra tersebut.

Untuk diketahui 8 Akademisi yang hadir yang terlibat dalam penjaringan tersebut adalah, Prof Dr Wempi Bang, Prof. Dr Andi Bahrun, Prof. Dr. Nasruddin Suyuti, Prof, Dr. Abdulah Al Hadza, Prof. Satria Yusran, Prof. Dr Azhar Bafadal, Prof. Dr. Eka Suaib dan Dr. Anas Nikoyan.

Laporan : Rahmat R

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •