Wa Ode Zainab ZT, Srikandi Muda asal Sultra Menuju Senayan

oleh -10 views
  • 274
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    274
    Shares

ANOATIMES.ID, KENDARI – Dalam sejarah perpolitikan Sulawesi Tenggara (Sultra), belum pernah ada perempuan dari kalangan muda yang menjadi anggota  DPR-RI, mayoritas laki-laki generasi tua.

“Belum pernah ada Srikandi muda mewakili Sultra di Senayan, kini saatnya,” ujar Wa Ode Zainab ZT kepada anoatimes.id, Minggu (7/4/2019).

Calon anggota Legislatif (caleg) DPR-RI dapil Sultra itu maju dengan mengusung ‘Gerakan Perempuan dan Generasi Milenial untuk Peradaban Sultra 4.0, Membangun Infrastuktur Jalan Pemikiran’ dalam slogan kampanyenya.

Caleg dari Partai Demokrat No urut 4 tersebut menegaskan bahwa dalam politik harus mengedepankan gagasan dalam memperjuangkan kebijakan pro-rakyat, bukan membeli suara untuk menduduki kursi Parlemen.

“Sebagai generasi muda, saya sangat miris melihat perpolitikan Indonesia pasca reformasi belum mengalami perubahan signifikan, money politic masih kental. Padahal di negara maju, politik sudah pada tahap pendidikan yang mana politisi mengedepankan gagasan yang akan diperjuangkannya di hadapan konstituennya,” ungkapnya.

Bila diamanati masyarakat Sultra untuk duduk di DPR-RI, maka selain tugas utama, yaitu legislasi, penganggaran, dan pengawasan, maka Wa Ode Zainab ZT juga akan mewujudkan misi/program komplementer.

“Pertama, saya akan mendirikan Forum Inkubasi Bisnis/UMKM Berbasis Teknologi” (Forum IBU-Teknologi); Kedua, “Forum Dialog Peradaban dan Kemanusiaan” (Forum DPK); Ketiga, “Forum SDM Perempuan dan Milenial” (Forum SDM-P Milenial).”

Dalam mewujudkan program kerja tersebut, Wa Ode Zainab ZT bekerjasama dengan sejumlah advisor, di antaranya adalah putera Sultra, yang punya reputasi nasional dan internasional (satu di antaranya adalah peneliti Smart Computing/Artificial Intelligence pada salah-satu pusat riset Uni Eropa).

“Kelak kita akan memfokuskan pada pemberdayaan generasi muda dan kaum perempuan dalam mewujudkan Peradaban Sultra 4.0,” papar perempuan yang merupakan keturunan ke-11 Sultan Buton XIX, Sakiuddin Darul ‘Alam/Oputa Sangia, Pendiri Masjid Keraton Wolio.

Oleh karena itu, lulusan magister Filsafat Islam itu meyakini bahwa pertama kali yang harus dibangun adalah infrastuktur jalan pemikiran.

“Kita harus belajar dari bangsa-bangsa besar, mereka bisa maju karena membangun peradaban dengan membangun infrastuktur jalan pemikiran. Sultra harus terdepan dalam hal ini,” tegasnya.

Laporan : Andika

  •  
    274
    Shares
  • 274
  •  
  •  
  •  
  •  
  •