Wacana Pemanggilan Oleh Gubernur, Ali Abdin: Pak Rajiun Pasti Datang

oleh
Kabag Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten Muna Barat, Ali Abdin

ANOATIMES.ID, MUBAR – Wacana Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H Ali Mazi yang akan memanggil Bupati Muna Barat, La Ode M Rajiun Tumada terkait aktivitas kunjungan Rajiun ke Kabupaten Muna ditanggapi Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar).

Melalui Kabag Humas dan Protokoler Kabupaten Mubar, Ali Abdin mengatakan Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada pasti akan memenuhi panggilan dari gubernur dan memberikan penjelasan terkait aktivitasnya di wilayah Kabupaten Muna.

“Pak Rajiun siap menemui pak Ali Mazi jika memang betul-betul ada pemanggilan tersebut, dan menjelaskan terkait kunjungannya ke Muna,” ujar Ali Abdin, melalui telepon selulernya, Sabtu (10/8/2019).

Menurut Ali Abdin, gubernur pasti dapat memahami alasan mengapa Rajiun sering berkunjung ke wilayah Muna. Sebab kunjungan tersebut merupakan sikap seorang Rajiun dalam memenuhi undangan masyarakat, termasuk masyarakat Muna.

“Kami yakin dan percaya, pak Gubernur Sultra bapak Ali Mazi nantinya dapat memahami kenapa Pak Rajiun sering berkunjung ke Muna. Tentunya, Rajiun akan menjelaskan alasannya kenapa ke Muna, karena memenuhi undangan silahturahmi masyarakat Muna,” kata Ali Abdin

Lanjut, Ali Abdin menegaskan opini dari Asisten I Pemkab Muna, Ruslan Ibu bahwa kedatangan Rajiun ke Muna merupakan agenda sosialisasi Pilkada, itu sangat keliru. Dan selama beraktivitas memenuhi undangan dari masyarakat Muna, Rajiun tidka pernah mengabaikan tugasnya sebagai seorang Bupati Mubar.

“Sejauh ini Pak Rajiun terus menunaikan kerja-kerjanya sebagai pimpinan daerah dengan terus menggenjot pembangunan melalui infrastruktur, pertanian dan sebagainya. Jangan seperti yang dikatakan oleh Ruslan Ibu bahwa Rajiun mengabaikan kerjanya di Muna dan itu sangat keliru,” tegasnya.

“Pak Rajiun ke Muna semata-mata murni menghadiri acara silahturahmi. Kalau kemudian dalam silahturahmi tersebut ada masyarakat Muna menginginkan Pak Rajiun untuk tampil di Pilkada tahun 2020, saya kira itu keinginan dari masyarakat dan biasa dalam berdemokrasi,” tuturnya.

Dia menambahkan, jika tudingan dari Asisten I Pemkab Muna, Ruslan Ibu bahwa silahturahmi Bupati Mubar di Muna dibungkus dengan Pilkada 2020, menurutnya pernyataan tersebut sangat keliru. Sebab, pernyataan pak Ruslan Ibu tersebut secara tidak langsung mempertontonkan kedangkalan dalam berfikir kepada masyarakat.

“Apa diwajibkan seseorang di undang dalam satu acara, harus meminta ijin kepada orang (Ruslan Ibu). Saya kira ini tidak perlu, karena semua ini berkaitan dengan kerja seorang Bupati di bidang sosial kemasyarakatan,” ucapnya.

Untuk itu, dirinya menegaskan bahwa dalam menghadiri undangan silahturahmi dari masyarakat Muna, Rajiun tidak pernah sedikitpun niat untuk mengganggu sistem pemerintahan di sana. Lanjut dia, satu hal yang harus diketahui bahwa pak Rajiun adalah bagian dari masyarakat Muna, sebab besar kecilnya dihabiskan di sana dan mempunyai keluarga dan orang tua yang tinggal di Muna.

“Saya kira janganlah kedatangan Rajiun di Muna bertemu keluarga dan silahturahmi bersama masyarakat di politisasi. Pilkada Muna masih sangat jauh,” jelasnya.

 

Laporan : Dery