Walhi: Harusnya Polisi Proses Hukum Pembangunan Pelabuhan PT GKP

oleh -36 views
Pelabuhan PT Gema Kreasi Perdana. Foto : Walhi for anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra menilai ada tindak pidana di dalam pembangunan pelabuhan khusus perusahan tambang PT Gema Kreasi Perdana (GKP) di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Provinsi Sultra.

Direktur Eksekutif Walhi Sultra, Saharuddin mengatakan dalam pembangunan pelabuhan khusus, PT GKP sudah melanggar ketentuan UU Pesisir No 27 tahun 2007 yang diubah menjadi UU No 1 tahun 2014 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.

“Itu sudah jelas itu. Aktivitas disana harus sesuai dengan ruang. Kemudian mereka (PT GKP, red) bangun pelabuhan, mana izin lingkungannya. Polisi harusnya tangkap. Tidak ada izin lingkungannya untuk pelabuhan,” tegas Saharuddin saat ditemui di Kantor WALHI, Kamis (22/8/2019).

Saharuddin menjelaskan yang dimiliki saat ini PT GKP hanya penetapan lokasi dari Kementrian Perhubungan. Sedangkan dalam UU No 27 tahun 2014 sangat jelas dibahas tentang ruang laut. Dalam pembangunan pelabuhan khusus harus ada izin lokasi dan izin pemanfaatan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Sampai saat ini, KKP tidak pernah mengeluarkan izin itu (izin lokasi dan pemanfaatan. Kata kawan saya yang di Dirjen ruang laut, tidak ada izin yang masuk dari Sultra untuk pemanfaatan ruang di laut, termasuk Konkep,” tegasnya.

Kemudian, lanjut, Saharuddin menjelaskan Pulau Wawonii (Konkep) merupakan pulau kecil. Di dalam rencana strategis Pemerintah Provinsi Sultra, Wawonii merupakan kawasan atau zona industri perikanan bukan pertambangan.

“Sesungguhnya di tempat yang dibangunkan pelabuhan khusus PT GKP, itu rencana pembangunan pelabuhan untuk perikanan,” tuturnya.

“Kemudian disaat saat adendumnya, waktu sidang jelas disampaikan oleh pimpinan sidang untuk tidak boleh ada aktivitas di pesisir karena belum ada izin lingkungan untuk pembangunan pelabuhan,” tutup Saharuddin.

Sementara itu, Direktur Operasional PT GKP, Bambang yang coba dikonfirmasi belum bisa memberikan komentar.

“Besok Jumat saja ya kita ketemu di Kendari, saya masih banyak kegiatan malam ini,” singkat Bambang.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •