Warga Sebut Diintimidasi, Begini Tanggapan Dansat Brimob

oleh -14 views
Masyarakat Puosu Jaya saat mengelar aksi unjuk rasa di DPRD Sultra. Foto : Jayusman
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

ANOATIMES.ID, KENDARI – Hari ini, Kamis (9/8) puluhan masyarakat Puosu Jaya, Kecamatan Konda, kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sultra.

Dalam tuntutannya, masyarakat Puosu Jaya meminta Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mencopot Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Kasero Manggolo.

Permintaan masyarakat tersebut dikarenakan masyarakat menilai tindakan Brimob dalam mengedarkan surat pengosongan lahan dengan membawa senjata laras panjang merupakan tindakan intimidasi.

“Tentunya tindakan mereka (Brimob) datang ke rumah kami sambil membawa senapan laras panjang adalah bentuk intimidasi yang tersistematis. Seolah-olah kami ini adalah penjahat,” kata perwakilan masyarakat, Abdul Kadir di DPRD Provinsi Sultra.

Ditempat yang berbeda, Dansat Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Kasero Manggolo saat di hubungi via seluler membantah tudingan masyarakat yang menilai Brimob telah melakukan tindakan intimidasi.

“Itu bukan tindakan intimidasi, Brimob hanya menginformasikan kepada masyarakat bahwa lahan itu milik Polri yang digunakan Brimob untuk ditertibkan. Kalau Brimob bawa senjata, memang brimob sehari-harinya bersenjata yang diberikan oleh negara,” kata Kombes Pol Kasero Manggolo.

Lebih lanjut, Kombes Pol Kasero Manggolo menjelaskan terkait lahan, masyarakat jangan berunjuk rasa maupun protes ke Brimob, melainkan ke Polda Sultra, sebab Brimob hanya pengguna.

“Kalau ada komplain silahkan ke Polda. Brimob hanya nempatin, tidak punya kuasa apapun, semua ada di Polda,” tuturnya.

“Jika masyarakat memiliki dokumen silahkan komplain ke Polda, jangan ke Brimob, Brimob hanya nempatin,” ungkapnya.

Laporan : Jayusman
Editor : Awi

  •  
    7
    Shares
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •